Terungkap di Rekon, 17 Cara Membuat Nyawa Zulpan Bagariang ‘Melayang’

Adegan rekon saat korban Zulpan Bagariang disiram bensin.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Untuk membunuh Zulpan Bagariang, tersangka Pasu Baga Oloan Sitorus bersama 3 temannya melewati 17 cara agar korban meninggal dunia.

Hal ini terungkap dalam rekontruksi (rekon) yang digelar Satuan Reskrim di Polres Tebingtinggi, Jalan Pahlawan, Rabu (27/3/2019).

Dalam rekon itu diperagakan langsung Pasu Baga  dan sejumlah polisi karena 3 pelaku masih dalam pencarian petugas. Ini mulai dari penjemputan korban oleh para pelaku. Selanjutnya korban minta tolong diantarkan tukang becak ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tebingtinggi.

Rekon pelaku Zulpan Bagariang memperagakan salah satu adegan.

Terungkap juga cara pembunuhan terhadap korban Bagariang yang dianiaya, disiram bensin lalu dibakar dan sempat dirawat 4 hari di RS Bhayangkari hingga akhirnya meninggal dunia.

Saat digelar rekon, ayah korban tidak terima kalau anaknya dituduh pelaku mencuri handphone (HP) hingga terjadi penganiayaan. Ini membuat ayah korban histeris.

Dari rekon yang dilakukan, awalnya  Ruli dan Ahmad mendatangi korban di Warnet Tasya. Keduanya membawa korban dengan sepeda motor Honda Vario warna hitam milik Ibnu menuju Jalan Patimura, Kota Tebingtinggi tepatnya di depan ruko Ida grosir. Sedangkan Ruli tinggal di Warnet Tasya.

Tersangka Pasu Baga Oloan Sitorus.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tak berapa lama, antara korban dengan tersangka terlibat adu mulut. Tersangka yang naik pitam lalu menganiaya korban. Kemudian menyiram bensin dan membakar korban disaksikan teman pelaku.

Pelaku mengaku, korban minta tolong ke Hasan Purba, tukang becak yang mangkal di persimpangan jalan untuk diantarkan ke RS dengan cara meronta-ronta dan mengaku dianiaya teman temannya. Hal ini juga diakui korban sebelum meninggal dunia.

Kapolres AKBP Sunadi melalui Kasat Reskrim, AKP Rahmadani mengatakan, dalam perkara tindak pidana melakukan kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan meninggal dunia dilakukan 4 orang tersangka. Namun masih 1 orang atas nama Pasu Baga Oloan diamankan dan ditahan.

Saksi Hasan Purba saat bersama korban Zulpan Bagariang.

“Untuk 3 orang lagi tersangka masih dalam lidik. Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan ketiga tersangka bisa secepatnya kita amankan,” ucap AKP Rahmadani, didampingi Iptu Budi Sihombing dan Iptu Tarigan.

Ada pun pasal yang dikenakan terhadap tersangka yaitu pasal 80 ayat 2 dan 3 jo 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (purba)