Tiga Tahun Bangunan Pabrik Pelet di Harian Boho Tidak Berfungsi

Bangunan pabrik pelet yang mangkrak di Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir.

Samosir, Lintangnews.com | Proyek pembangunan pabrik pelet di Desa Turpuk Sagala, Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran (TA) 2017 diketahui mangkrak atau belum beroperasi hingga saat ini.

“Seharusnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan harus bertanggung jawab dan pihak penegak hukum perlu proaktif menyelidiki kasus ini,” ucap salah seorang Penggiat Sosial asal Harian Boho, Hisar Sihotang melalui telepon seluler kepada awak media, Selasa (2/2/2021).

Hisar menjelaskan, dugaan beraroma Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam kegiatan itu. Terbukti sampai detik ini pabrik pelet yang menelan biaya miliaran rupiah sia-sia dan merupakan suatu pemborosan keuangan negara.

Camat Harian, Roberthon Manik (duduk sendiri) saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

Camat Harian Boho, Roberthon Manik mengatakan, kegiatan itu telah terlaksana di tahun 2017 lalu. Namun secara teknis, pihaknya tidak tau menahu, karena peranan dari Pemerintahan Kecamatan (Pemkec) saat itu hanya memfasilitas tempat dan berkoordinasi dengan para pengetua adat dalam kerangka pembebasan lahan.

Ketika dipertanyakan siapa pihak kontraktor atau kontraktor yang mengerjakan pabrik pelet itu dan PPK nya, Roberthon mengaku, tidak pernah mengenalnya.

Sementara itu, salah seorang pemerhati pembangunan di Samosir, S Manurung menuturkan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mengucurkan dana pada pembangunan pabrik pelet di Samosir dalam mendukung kesejahteraan pada masyarakat di 6 Desa itu, supaya segera memanggil pihak kontraktor yang mengerjakan agar diperbaiki kembali bangunan tersebut. (Tua)