Tiga Terdakwa Kasus Sabu 10 Kg Divonis Berbeda di PN Kisaran, Ini Hukumannya

Kedua terdakwa, Aliun Mursafi dan Usman usai sidang saat akan digiring ke sel tahanan PN Kisaran.

Asahan, Lintangnews.com | Pembacaan sidang putusan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Kabupaten Asahan terhadap 3 orang terdakwa sabu dengan barang bukti sebanyak 10 kilogram asal Dumai, Riau, Rabu (6/11/2019).

Mereka adalahAliun Mursafi alias Yun alias Muhammad Iqbal dan Usman Bin H Adam sebagai pemilik sabu divonis 19 tahun dan denda Rp 1 miliar. Sedangkan Rianto Hutagaol berperan sebagai supir truk divonis 13 tahun dengan denda Rp 1 miliar.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ulina Marbun, beranggota Miduk Sinaga dan Boy Aswin, Panitera Pengganti Buyung Hardi, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabri Marbun dan Roy Tambunan, serta pengacara terdakwa Julpan Hartono.

Sidang terhadap para terdakwa dilakukan secara terpisah. Pertama membacakan amar putusan Aliun Mursafi dan Usman. Lalu dilanjutkan terhadap Rianto Hutagaol.

Dalam amar putusan yang dibacakan Ulina Marbun menyatakan, keduanya (Aliun Mursafi dan Usman) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bermufakat tanpa hak membeli narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Ini ssebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lainnya dan tidak mendukung program dalam memberantas peredaran narkoba.

“Menjatuhkan pidana kepada Aliun Mursafi dan Usman dengan pidana penjara selama 19 tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar. Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan,” ujar Ulina.

Sedangkan untuk Rianto Hutagaol terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bermufakat tanpa hak membeli narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Ini sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, UU lainnya dan tidak mendukung program dalam memberantas peredaran narkoba.

“Menjatuhkan pidana kepada Rianto dengan pidana 13 tahun penjara dipotong masa tahanan dan denda sejumlah Rp 1 miliar. Dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar, maka diganti pidana penjara selama 6 bulan,” ujar Ulina.

Hal yang meringankan yaitu ketiga terdakwa merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan koperatif dalam persidangan, serta belum pernah dipidana.

Barang bukti yakni, 1 unit truk Cold Diesel Mitsubishi Fuso warna putih nomor polisi (nopol) BM 8494 DD yang telah dipergunakan untuk melakukan kejahatan serta mempunyai nilai ekonomis, 10 bungkus plastik klip kemasan teh Cina berlakban hitam berisi kristal bening mengandung narkotika jenis sabu dengan total bruto keseluruhan 10.000 gram dan 1 unit handphone (HP) merk Nokia wama putih berikut sim card dirampas untuk negara.

Mendengar amar putusan itu, Aliun Mursafi dan Usman memilih untuk pikir-pikir. Sedangkan Rinto memilih banding.

“Izin majelis, saya memohon untuk banding,” ujar Rianto didampingi pengacaranya di akhir persidangan

Diketahui pada tanggal 11 April 2019, ketiga terdakwa diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara di depan Hotel Megasar, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan membawa sabu untuk dibawa ke Medan. Dengan cara dimasukan dalam bal getah kering yang diangkut truk. (Heru)