Unggah Status Baru Lagi, Ketua PGRI Ujung Padang Akhirnya Akui Penilaian Guru Honorer

Status Ketua PGRI yang juga Kepsek SD Negeri dan SMP Negeri di Kecamatan Ujung Padang.

Simalungun, Lintangnews.com | Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Ahdari Lubis akhirnya akui penilaian yang dilontarkan para guru honorer setempat.

“Apa yang dikatakan bang Sianturi mungkin ada benar nya. Hanya saja tuk mempersalahkan seseorang saya rasa kurang pas,” tulis Ahdari melalui WhatsApp (WA), kemarin.

Ini setelah guru honorer di Kecamatan Ujung Padang, Hendra Sianturi mengomentari status baru Ahdari Lubis pada halaman Facebook nya.

“Dimana dedikasi yang anda katakan kalau masalah honorer diselesaikan di unit masing masing. Seolah olah ketua mengelak. Saya semakin heran dengan ketua pendekar ini,” kata Sianturi diduga karena ingat status postingan Ahdari sebelumnya, yakni ‘Salam Dua Pendekar Pendidikan’.

“Mengakui dengan setengah-setengah, ada keraguan dalam membuat keputusan. Seharusnya katakan benar atau tidak. Konsisten dong,” imbuhnya.

Masalah honorer, Hendra menuturkan, mereka mengetahui hal itu bukanlah sepunuhnya tupoksi Ahdari selaku pimpinan PGRI di Kecamatan Ujung Padang ini.

“Tetapi ketua harus punya andil dalam hal ini. Dan ini termasuk salah satu penyebab kesembrawutan dalam pendidikan. Dimana perekrutan dilakukan seenaknya. Suka suka, ada pungli, deskriminasi, sehingga berpengaruh terhadap pendidikan. “PGRI satu tubuh dan anda sebagai ketua,” sebutnya ke Ahdari.

Kok mengelak ketua, seru Hendra lagi dan meminta menunjukkan dedikasi kepada guru honorer. Sebelumnya saya tidak tau anda sebagai ketua PGRI Ujung Padang. Tetapi anda yang mengatakannya, sehingga saya mempertanyakan dedikasi anda sebagai ketua PGRI di Kecamatan Ujung Padang,” tukas Hendra.

Sementara Ahdari yang juga Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri dan SMP Negeri di Ujung Padang memberikan tanggapannya.

“Terima kasih adinda, ini saya kira masalah nya di komunikasi yang terputus. Perlu kami atau kita ketemu tuk bincang bincang mencari solusi tuk kedepan nya. Ya apa angg dikatakan bang sianturi itu mungkin ada benarnya. Hanya saja tuk mempermasalah kan seseorang saya rasa masih kurang pas. Ada yang lebih bertanggung jawab tuk hal tersebut, gimana menurut dinda,” tandas WA Ahdari, kemarin kepada lintangnews.com. (Zai)