Ungkapan Syukur, Pasangan Ali-Raja Diupah-upah Warga Gunting Saga

Calon Bupati-Wakil Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Ali Tambunan-Raja Panusunan Rambe diupah-upah warga.

Labura, Lintangnews.com | Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Ali Tambunan-Raja Panusunan Rambe (Ali-Raja) didampingi istri masing-masing diupah-upah warga Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Jumat (16/10/2020) malam.

Pasangan Ali-Raja diupah-upah sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan kaum millennial Labura ‘Kami Untuk Ali Tambunan (Kuat)’.

Tokoh Masyarakat, Zulkifli Sagala mengharapkan, kiranya paslon nomor urut 2 itu terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labura untuk melakukan perubahan khususnya di Kecamatan Kualuh Selatan.

“Kami masyarakat Gunting Saga meminta kedepannya lebih serius memperhatikan dunia pendidikan. Berikan kesempatan pada anak muda khususnya lapangan kerja untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” sebut Zulkifli.

Ali Tambunan dalam sambutannya menjelaskan, pihaknya akan mengutamakan pendidikan sesuai dengan fungsinya, karena saat ini masih ada guru honorer digaji dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menerima Rp 150 ribu per bulan.

“Dalam hal ini bagaimana mampu seorang tenaga pendidik menerima honor tak memadai, tentunya kesejahteraan guru di Kabupaten Labura belum sejahtera. Sistematis pendidikan yang diharapkan di dunia adalah gurunya harus sejahtera,” sebutnya.

Sambungnya, jika mereka menjadi Bupati-Wakil Labura, berjanji akan mengelola anggaran dan gaji guru honorer Rp 1,5 juta per bulan.

“Gaji guru yang tidak layak akan kita perbaiki, begitu juga dengan fungsinya dikembalikan sebagaimana mestinya. Justru itu saya tekadkan maju untuk melakukan tindakan dengan mengorbankan jabatan 4 tahun 3 bulan meletakkan jabatan sebagai Ketua DPRD Labura,” paparnya.

Mantan Ketua DPRD Labura 3 periode itu mengatakan, harus merubah dari tak bagus menjadi bagus dan yang salah menjadi benar itu ada di bidang pendidikan.

“Kita akan bekerja secara profesional. Jjka kami terpilih nantinya tidak akan memperjual belikan jabatan dan saya akan tarik anak Labura dari Kabupaten lain mengabdi di daerah ini”, kata Ali.

Menurutnya, pemekaran Labura untuk mempercepat pelayanan pendidikan, kesehatan, perekonomian dan infrastruktur.

“Kedepannya saya minta jangan kita dibuat kelinci percobaan dan kelinci permainan, karena 10 tahun Labura memiliki Bupati defenitif jauh ketertinggalan dengan pembangunan,” tukasnya.

Dia juga menilai, tenaga medis mencukupi di Labura, hanya saja perhatian yang tidak ada, karena hak-hak mereka tidak diberikan.

Ali menuturkan, baru-baru ini tenaga medis meminta haknya yakni dana tambahan dari pemerintah, tetapi belum juga berikan sementara dana itu sudah dicairkan.

Lanjurnya, hal itu membuat ratusan tenaga medis mendatangi kantor DPRD Labura meminta intensif yang sudah dicairkan dari pemerintah.

“Namun entah dimana sangkutnya, masalah ini ada kaitannya dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), mereka harus memberikan hak tenaga medis,” paparnya. (Sofyan)