Usai Berkunjung Pengacara Digeledah, Ini Penjelasan Kalapas Siantar  

Pihak Lapas Siantar saat memberikan klarifikasi.

Simalungun, Lintangnews.com | Aksi tak menyenangkan dialami Pengacara, Tony Antony Damanik saat akan keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pematangsiantar, usai mengunjungi salah satu kliennya, Jumat (22/10/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

Menanggapi peristiwa itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Rudy Fernando Sianturi melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) memberikan klarifikasi melalui pertemuan dengan Tony Damanik bersama sejumlah wartawan, Selasa (26/10/2021).

Daniel mengatakan, penggeledahan itu dilakukan berdasarkan dari tugas dan fungsi petugas Pengamanan Pintu Utama (P2O) Lapas. “Itu pemeriksaan biasa, mungkin karena petugas belum kenal dengan pengacara Tony Damanik,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, jika Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memiliki hak untuk tidak dikunjungi. “Setiap yang berkunjung wajib kita periksa, masuk dan keluar. Karena disitu ada hak-hak WBP yang tidak ingin dikunjungi,” sebutnya.

Sementara Tony menunjukkan beberapa bukti yang menyatakan jika penggeledahan merupakan konsepan dari narapidana dan tahanan di Lapas Siantar.

“Yang mengkonsep itu di kamar BB7 merupakan bos parengkol sekaligus bandar sabu. Ini termasuk memerintahkan staf tamping mengambil foto saat saya bertemu kliennya,” kata Tony menjelaskan.

Melihat bukti-bukti itu, Daniel mengatakan, akan segara melakukan pemeriksaan internal terhadap WBP yang bersangkutan. “Akan dilakukan pemeriksaan internal dulu terkait masalah ini. Jika memang ada keterlibatan petugas akan segera kita tindak,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui Tonny datang untuk bertemu dengan kliennya. Namun justru dirinya digeledah dan diperiksa oleh petugas P2O  Lapas usai berkunjung.

“Seluruh badan saya diperiksa petugas, bahkan sepatu disuruh dibuka. Saya seperti ditelanjangi mereka. Sementara kedatangan saya jelas untuk bertemu klien,” paparnya. (Red)