Siantar, Lintangnews.com | Himpunan Masyarakat Toba (Humatob) yang selama ini vakum akan melaksanakan konsolidasi usai menziarahi 4 makam pendiri yang sudah meninggal masing-masing 2 di Kota Siantar dan Kabupaten Samosir pada Sabtu (2/11/2019) nanti.
Empat pendiri yang sudah meninggal yakni, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Siiantar Resman Panjaitan, MR. Sidabutar, Lian Harianja dan Mangandar Sidabutar. Untuk itu, rombongan akan mengadakan ziarah ke Empat pendiri tersebut dengan berpakaian kebesaran Humatob.
“Humatob berdiri 15 tahun lalu untuk mempersatukan orang Batak untuk menghadapi pemikiran-pemikiran yang kurang positif, sehingga mengakibatkan kerugian bagi kemajuan daerah, sekaligus akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) dan memilih pengurus baru periode 5 tahun ke depan,” sebut pendiri Humatob yang masih hidup, K Grogol Butarbutar bersama Jayadi Sagala dan Julham Situmorang di Jalan Farel Pasaribu, Kota Siantar, Rabu (30/10/2019).
Turut mendampingi dalam pertemuan itu yakni, Penasehat Laurensius Siallagan dan Tomu Siagian, pengurus DPD Hendrik Tampubolon dan Riando Tambunan, pengurus Kecamatan terdiri Siantar Timur, Binsar Manurung, Siantar Selatan Chondry Silitonga, Siantar Martoba Juniar Sinaga, Siantar Utara, Fery Napitupulu dan Siantar Marihat, Jaya Simalango.
Menjawab pertanyaan, Jayadi dengan tegas menyatakan diaktifkannya kembali Humatob tidak ada hubungannya dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siantar yang akan dilaksanakan tahun 2020. Meskipun Humatob dengan tegas menyatakan tetap mendukung pemerintah, siapa pun yang memimpin.
Jayadi menuturkan, Humatob juga tidak asal berdiri, termasuk membentuk kepengurusan, tetapi diawali dengan doa bersama pomparan (keturunan) si Raja Batak dengan pesta budaya berupa menortor (menari) bersama serta menyembelih kerbau di lapangan Adam Malik pada 2 September tahun 2013 lalu.
“Humatob disepakati berdiri dengan catatan bukan untuk menciptakan konflik dengan suku lain, malah dibentuk untuk menggalang persatuan dengan segala suku di Siantar yang merupakan miniaturnya Indonesia,” tegas Jayadi.
Menurut Jayadi, Humatob sudah pernah dipimpin yang pertama Teddy Silalahi, kemudian Sonerbin Simangunsong dan Sabar Manurung. namun sampai berakhirnya kepengurusan, sampai saat ini belum ada musyawarah untuk pemilihan pengurus baru.
“Karena itu, akan dilaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) untuk memilih pengurus baru. Ini setelah pembentukan panitia Mubes dalam waktu dekat,” tutupnya. (Elisbet)


