Tebingtinggi, Lintangnews.com | Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan minta semua jajaran Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru-guru di Tebingtinggi tanpa kecuali agar membuka jaringan dengan para orang tua murid dengan memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi (IT), misalnya dengan membuka grup WhatsApp (WA).
Hal disampaikan Wali Kota bersama unsur Forum Komuninasi Pimpinan Daerah (FKPD) pada sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba, kekerasan sosial dan paham radikalisme kepada seluruh Kepsek SD,SMP, SMA dan SMK Negeri dan Swasta se Kota Tebingtinggi, Selasa (9/9/2019) di Balai Kota.
Ada beberapa hal yang diingatkan Umar Zunaidi dalam pemberantasan narkoba yang harus dilakukan, diantaranya masukan interprestasi tentang narkotika dalam mata pelajaran.
“Perlu pelatihan dan penyuluhan bagi para siswa-siswiw di sekolah untuk melakukan perlawanan bersama-sama untuk pencegahan narkotika,” sebut Wali Kota.
Untuk pencegahan kekerasaan seksual diingatkan Umar Zunaidi, jangan percaya kepada pihak lain, dan tanamkan pada diri anak-anak bahwa tubuhnya adalah miliknya bukan milik orang lain dan tidak mengenakan pakaian seksi.
Untuk pencegahan Radikalisme dimulai dari diri sendiri, dengan menanamkan prinsip bahwa segala sesuatunya itu ada tatanannya tidak bisa berbuat sesuka hati.
Wali Kota berpesan agar Kepsek menyampaikan, apa yang diperoleh dalam sosialisasi ini kepada guru-gurunya, termasuk Kepsek SMAN kalau gak mau patuh akan dilaporkan ke Gubernur untuk hengkang saja dari Tebingtinggi.
Dalam sosialisasi yang diadakan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemko Tebingtinggi itu sebagai nara sumber, Kapolres, AKBP Sunadi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Muhammad Novel, Dandim 0204/DS, Letkol Kav Syamsul Arifin dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi.
Para narasumber menyampaikan materinya sesuainya bidang tugasnya masing-masing. Pada prinsipnya pemberatasan dan pencegahanya bisa dilakukan effentif melalui, kepedulian orang tua, guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. (purba)


