Warga Asahan Keluhkan Rendahnya Harga Karet

Salah seorang petani saat memanen karet.

Asahan, Lintangnews.com | Petani karet di Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan mengeluhkan rendahnya harga karet saat ini.

Hal ini diungkapkan Kamal (40), salah satu warga Desa Padang Sari yang juga petani karet. Menurutnya, harga karet nyaris tidak ada perubahan.

Bahkan belum lama ini Kamal merasakan menjual hasil karet dengan harga Rp 7.000 per kg. Namun bersekang 1 minggu kemudian, harga sudah kembali turun lagi menjadi Rp 5.000 per kg.

“Harga karet sangat tidak seimbang dengan kebutuhan bahan pokok saat ini. Buktinya harga beras 1 kg hampir sama dengan getah 2 kg. Belum lagi kebutuhan yang lain harus kami penuhi,” ungkapnya, Minggu (27/1/2019).

Menurut Kamal , selain harga yang tidak menentu, tantangan lain dihadapi jika musim hujan di siang hari, sehingga mengakibatkan petani tidak bisa memanen karet .

“Jika musim penghujan turun, maka gagal memanen karena getah bercampur air,” kata Kamal.

Petani lainya, Fauzan mengungkapkan, anjloknya harga karet bukan hanya di tahun 2019 saja, melainkan sudah beberapa tahun lalu mengalami penurunan.

“Ini membuat petani harus mencari pekerjaan sampingan untuk mencukupi kebutuhan hidup,” ucap Fauzan.

Sementara itu Agus salah satu pengepul karet mengakui, saat ini harga karet belum stabil. “Memang dari sana nya turun dan kita juga membelinya dengan harga rendah. Kita ikutkan pasaran harga yang ada d ilapangan,” sebut Agus. (handoko)