Warga Minta Evaluasi Material Proyek APBD 2019 di Negeri Lama Bilah Hilir

Bahan material yang digunakan untuk pengerjaan proyek di Negeri Lama Bilah Hilir.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 di Negeri Lama Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu diduga asal jadi pengerjaan.

Warga pun meminta pihak konsultan pengawas atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dinas terkait mengevaluasi bahan material bangunan yang digunakan.

Diragukan juga ketahanan bangunan tersebut, sehingga masyarakat juga akan menerima kerugian akibat kerusakan nantinya.

Pantauan wartawan, saat ini jalan di seputaran Kota Negeri Lama Bilah Hilir sudah dipenuhi bahan material seperti batu padas, pasir, kerikil, semen dan hermes. Hampir semua jalan itu sudah mulai dikerjakan pihak pelaksana pemenang tender.

Namun menuai kritik dan saran membangun agar kelak nantinya anak dan cucu yang akan menikmati kemulusan jalan tersebut.

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, O Manik ketika ditemui di salah satu kedai kopi di Negeri Lama, Jumat (15/11/2019) mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Labuhanbatu dan pemenang tender proyek APBD 2019 yang saat ini sudah mulai pengerjaannya.

Namun ada juga tidak mengikuti aturan yang dikeluarkan dinas terkait tentang bagaimana seharusnya bahan meterial yang dibutuhkan atau dipasang, sehingga tidak melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Perpres Nomor 54 tahun 2010 pasal 18, jika panitia atau pejabat penerima hasil pekerjaan antara lain mempunyai tugas pokok dan wewenang melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

“Miliaran dana APBD 2019 di Kelurahan Negeri Lama Bilah Hilir saat ini dikucurkan Pemkab Labuhanbatu. Kita sesalkan hampir seluruh bahan material tidak sesuai yang diharapkan masyarakat,” sebut Manik.

Lanjutnya, pengawas atau PPK dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum maksimalnya frekwensi tahap pengerjaan akhirnya, sehingga asal jadi,.

“Kami atas nama masyarakat meminta Bupati Labuhanbatu memberikan sanksi kepada pihak rekanan atas pengerjaan dana rakyat yang tidak didampingi pengawas atau Dinas PUPR karena material bangunan asal jadi,” terang Manik.

Hal senada juga disampaikan melalui postingan netizen Facebook Dian Malioboro menyayangkan sikap yang dilakukan pemenang tender proyek di sekitaran Kota Negeri Lama.

Melalui komentarnya menilai, bahan material tidak sesuai menurut harapan masyarakat. Bahkan pelaksana lapangan tidak terlihat seperti konsultan pengawas dan PPK yang bertanggungjawab penuh baik secara kualitas dan output nya. (Sofyan).