YPWP Medan Semarakkan Peringatan Tahun Baru 1 Muharram 1444 H  

Foto bersama dengan para pemenang perlombaan.

Medan, Lintangnews.com | Yayasan Pendidikan Wiranusa Pratama (YPWP) Medan melakukan peringatan 1 Muharrram 1444 Hijriah di SDS Wira Mandiri, Sabtu (6/8/2022).

Kegiatan itu dihadiri oleh siswa-siswi, Dewan Guru, Pengawas Yayasan, Kepala Sekolah (Kepsek) SDS Wira Mandiri, MDTA Wiranusa Pratama dan TK Al-Abrar.

Ketua Yayasan , MCheriandiva Putra Kaya Harahap juga ikut menghadiri acara itu secara daring via zoom.

Dalam sambutannya M Wirahadinusa Putra Kaya Harahap selaku Kepsek SDS Wira Mandiri mengatakan, 1 Muharram adalah hari dimana seharusnya umat Islam merayakan tahun baru.

“Pada dasarnya Tahun Baru umat Islam adalah 1 Muharram. Dimana 1 Januari bukan lah Tahun Baru kita sebagai umat Islam. Kita harus selalu semangat dalam menghidupkan tahun baru islam ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, beberapa minggu sebelumnya telah dilaksanakan berbagai lomba guna meningkatkan semangat para siswa-siswi untuk memeriahkan peringatan Tahun Baru 1 Muharram 1444 H.

“Kepada yang berhasil mendapatkan juara jangan lah berbangga diri, serta merasa apa yang telah dicapainya sudah lebih dari cukup. Dan yang belum berhasil mendapat juara jangan berkecil hati dan putus asa, terus lah berjuang jika belum dapat pada hari ini mungkin nanti akan dapat juara bagi mereka yang terus mencoba dan berusaha,” jelasnya.

Sementara Cheriandiva Putra mengatakan, merasa bangga dengan siswa-siswi YPWP Medan yang begitu antusias dan dengan semangatnya hadir dan ikut andil dalam peringatan Tahun Baru Muharram ini.

Dia juga mengingatkan kepada para siswa-siswi agar mampu meningkatkan dirinya ke arah yang lebih baik lagi. Menurutnya, jangan hanya tahun saja yang baru, keimanan harus lebih ditingkatkan dan perbaiki akhlak yang kurang pantas pada diri masing-masing.

“Jangan sampai kita tergolong umat yang merugi karena tidak lebih baik dari hari kemarin. Jadikanlah tahun baru ini sebagai momentum kita untuk melakukan perubahan diri,” sebutnya.

Untuk menambah semangat para siswa-siswi, acara dimeriahkan dengan menghadirkan Ardian dan Jono selaku pendongeng yang menggunakan teknik ventrilokuis.

Ia menceritakan kisah para nabi dan kisah-kisah Islam yang tentunya mengandung banyak sekali manfaatnya. Tak hanya itu, acara semakin menarik ketika Ardian menceritakan kisah nabi dan kisah Islam lainnya bersama dengan bonekanya bernama Jono.

Ardian menggunakan teknik ventrilokuis (seni suara perut dimana bibir tidak bergerak seakan-akan suara dari boneka bukan berasal dari pendongeng). (Rel)