Korwil Pungli TIK, Penerapan Visi Misi Bupati dan Wabup Simalungun Dituding Jauh Panggang dari Api

Ilustrasi Chromebook.

Simalungun, Lintangnews.com | Diketahui tahun 2022 penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengutamakan 2 hal.

Pertama adalah pemenuhan sarana Teknologi dan Komunikasi (TIK), yaitu program digitalisasi sekolah. Dimana di tahun-tahun mendatang akan menjadi infrastruktur dasar bagi peserta didik dan guru dalam pembelajaran.

Sementara kedua adalah pembangunan prasarana terutama sekolah yang tidak memadai dan banyak mengalami kerusakan.

Untuk mendapatkan bantuan TIK, sekolah belum memiliki komputer minimal 15 unit, serta harus memiliki akses listrik dan internet. Selain itu, sekolah juga tidak menerima bantuan TIK dari Kemendikbud Ristek maupun DAK fisik pada tahun 2020 dan 2021.

Informasi dihimpun, Senin (8/8/2022), sekolah penerima bantuan TIK Kemendikbudristek tahun 2022, masing masing berupa 15 unit Choromebook dan Infocus di Kabupaten Simalungun justru diduga dijadikan ajang pungutan liar (pungli).

Menurut beberapa informasi pihak sekolah, Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Simalungun penerima bantuan dipungut sebesar Rp 700.000 plus Rp 200.000. “Yang Rp 200.000 peruntukannya ke Dinas Pendidikan (Disdik),” beber pihak sekolah.

Dikatakan mereka, Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Wakil Bupati, Zonny Waldi jauh hari telah berkoar-koar, jika di masa kepemimpinannya, proyek pengadaan meniadakan fee. Namun fakta di lapangan jauh panggang dari api, hingga mereka meminta Bupati mengevaluasi kinerja Kadis Pendidikan.

Terkait informasi sejumlah pihak sekolah SD ini, Koordinator Wilayah (Korwil) di 2 Kecamatan membantahnya. Mereka mengatakan, tidak ada melakukan pungutan, mengingat bantuan langsung ke sekolah penerima.

“Benar ada bantuan Kemendikbud Ristek dan sudah tahap dua. Tetapi kami tidak ada melakukan pungutan, minta tolong untuk tidak mencatutkan jati diri maupun status Kecamatan kami. Karena kami tidak melakukan, ntah pihak ketiganya yang bermain,” imbuh kedua oknum Korwil. (Zai)