39 Orang WBP Lapas Tebingtinggi Kembali Diberikan Asimilasi Rumah  

Para WBP Lapas Tebingtinggi yang menerima asimilasi rumah.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Tanpa dipungut biaya apa pun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Kelas II Tebingtinggi kembali memberikan Surat Keputusan (SK) asimilasi rumah kepada 39 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (30/8/2021).

Dasar pemberian asimilasi rumah itu mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 tahun 2020 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Sebanyak 39 orang WBP menurut Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas), Tebingtinggi, Herliadi melalui Kasi Binadik, Leonard Panjaitan didampingi  Kasubsi Registrasi dan Binkemas, Ziko Manalu mengatakan, nantinya akan mendapatkan monitoring dan pengawasan dari pihaknya.

Leonard juga menyampaikan, saat kegiatan proses pembebasan berlangsung, para WBP didata terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya oleh tim medis Lapas lalu didata. Kemudian diwawancarai oleh petugas pemasayarakatan.

“Pemeriksaan suhu tubuh harus dijalani sebagai langkah untuk mengetahui kondisi WBP menjelang bebas yang merupakan prosedur dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Ziko menyampaikan, pihak Lapas berpesan kepada yang mendapatkan asimilasi rumah, agar selalu mentaati protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.”.

Untuk diketahui Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Indonesia saat ini mengalami over kapasitas. Diharapkan dengan pemberian asimilasi rumah pada WBP, dapat terciptanya ruang gerak di Lapas atau Rutan yang ideal sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19. (Purba)