Sampaikan Pernyataan Sikap, PDI-P Datangi Polres Tebingtinggi

Ketua PDI-Perjuangan Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih didampingi Sekretaris, Waris menyerahkan pernyataan sikap Wakapolres, Kompol Sarponi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Derap langkah bersama, Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kota Tebingtinggi mendatangi Polres Tebingtinggi, di Jalan Pahlawan, Kamis (2/7/2020).

Dipimpin 4 orang anggota DPRD Tebingtinggi, para kader mendatangi Polres setempat untuk memberikan pernyataan sikap, buntut dari kasus pembakaran bendera partai PDI-Perjuangan dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI pekan lalu.

Kapolres, AKBP James P Hutagaol diwakili Wakapolres, Kompol Sarponi, Kabag Ops, Kompol Burju Siahaan, Kasat Intelkam, AKP Syarifudfin, Kasat Sabhara AKP Mukson serta perwira dan Bintara yang terlibat sprin menerima kunjungan itu dengan baik dan humanis, sehingga situasi semakin akrap.

Iman Irdian Saragih selaku Ketua PDI-Perjuangan Tebingtinggi melalui Sekretaris, Waris membacakan pernyataan sikap terkait terjadinya peristiwa pembakaran bendera partai pada tanggal 24 Juni 2020 oleh beberapa oknum.

“PDI-Perjuangan Tebingtinggi mengutuk keras atas peristiwa pembakaran bendera partai. Mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polres Tebingtinggi untuk mengusut tuntas sampai aktor intelektualnya yang membakar bendera PDI-Perjuangan,” papar Waris saat membacakan pernyataan sikap.

Dia juga menegaskan, ideologi PDI-Perjuangan adalah Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai harga mati.

Menurutnya, PDI-Perjuangan adalah partai yang beradab, merespon kelompok anarkis dan oknum perusak bendera, dengan langkah-langkah konstitusional ataupun dengan Undang-Undang (UU) dan hukum yang berlaku di Indonesia.

“PDI-Perjuangan merupakan partai besar dan terdaftar, serta memiliki kader militan sampai ke grassroot. Terbentuk dari partai PNI yang didirikan Bung Karno pada tahun 1927 jauh sebelum Indonesia merdeka. Kemudian berfusi dengan beberapa partai pada 11 Januari 1973 menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Dan tahun 1999 menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun sebelumnya 27 Juli 1996 Partai Demokrasi Indonesia mengalami gejolak dan itu pun tetap konsisten menempuh jalur hukum,” ucap Waris.

Selanjutnya Iman Irdian bersama Waris menyerahkan surat peryataan sikap kepada Wakapolres Tebingtinggi.

Sebelum meninggalkan Mapolres, Iman Irdian didampingi 3 Anggota DPRD Tebingtinggi yaitu, Mangatur Naibaho, Waris dan Tamsil juga mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bayangkara ke 74.

Kemudian meninggalkan Mapolres Tebingtinggi dalam keadaan aman dan kondusif, serta mengaku bangga atas kepedulian jurnalis yang meliput kegiatan itu. (Purba)