Simalungun, Lintangnews.com | Titi penghubung dibuat warga atas prakarsa dari Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun beberapa hari lalu.
Namun Senin (21/10/2019) malam, titi penghubung itu hanyut lagi diseret banjir dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IV Kebun Marihat di Kabupaten Simalungun.
Hal itu dilaporkan kembali oleh masyarakat setempat, Selasa (22/10/2019). “Bertambah parah. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan untuk kita semua masyarakat Tanah Jawa dan sekitarnya,” ciut warga, atas nama emak-emak berdaster.
Menurut mereka, akibat hanyutnya titi penghubung berbahan lembaran papan itu membuat anak-anak sekolah terpaksa bangunnya lebih pagi . Itu jika tidak ingin dihukum disiplin di sekolah.
Sehingga para emak-emak berdaster berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kelak lahir pemimpin bangsa yang handal dan peduli terhadap penderitaan masyarakat Kecamatan Tanah Jawa.
“Anak-anak kami yang berangkat sekolah harus lebih bangun pagi lagi untuk bisa mencapai sekolah agar tidak terlambat. Semoga kelak lahir pemimpin bangsa dari Kampung kita,” imbuh emak-emak berdaster.
Sebelumnya, emak-emak berdaster ini juga mendesak agar pihak perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Marihat segera bersinergi dengan pemerintah membangun kembali akses penghubung yang diseret arus banjir. (Zai)


