Siantar, Lintangnews.com | Alpeda Sinaga mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) Wali Kota dari Partai Nasdem, Rabu (23/10/3019) di kantor DPD NasDem.
Usai mendaftar di Partai Nasdem, kepada wartawan, Alpeda Sinaga berencana konsolidasi ke partai lain.
Seperti diketahui, syarat mengusung pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota minimal 20 persen dukungan kursi DPRD siantar atau 25 persen dari suara sah.
Jumlah kursi di DPRD Siantar ada 30. Untuk mengusung Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota minimal 6 kursi. Sementara Nasdem Siantar memiliki 4 kursi dan membutuhkan minimal 2 kursi lagi dari partai lain.
Untuk itu, Alpeda mengaku akan berkonsultasi dengan beberapa partai politik (parpol) di Siantar. Selain itu dirinya juga tengah berkonsolidasi untuk pasangan Balon Wakil Wali Kota.
“Setelah ini kita akan konsultasi dengan partai lain. Mungkin Gerindra atau partai lain. Sehingga Partai Nasdem bisa berkoalisi dengan partai pengusung lain,” ucapnya.
Menurut Alpeda, persaingan dalam Pilkada Siantar 2020 adalah dinamika. Banyaknya Balon Wali Kota membuat masyarakat dapat memilih yang terbaik.
“Itu dinamika dan harus ada persaingan. Sehingga akan muncul yang terbaik. Jadi kalau nggak ada saingan nggak bakal muncul yang terbaik. Bahasanya The Best of The Best,” katanya.
Menurutnya, masyarakat punya hak tertinggi untuk menentukan siapa pimpinan 5 tahun kedepan. “Semua elemen masyarakat yang menentukan siapa pimpinannya 5 tahun kedepan di kota Sapangambei Manoktok Hitei ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu. Alpeda Sinaga menyambut baik wacana pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Siantar. Menurut Alpeda, mendirikan Universitas Negeri adalah cara untuk memajukan Siantar.
“Universitas Negeri adalah cara kita untuk membangkitkan Siantar. Saya punya pengalaman di Banten, dulu Universitas biasa setelah di negeri kan, kota itu semakin maju dan berkembang,” ungkapnya.
Lanjutnya, di bawah kepemimpinan dirinya nanti, Siantar akan menjadi kota tujuan pendidikan
“Saat ini Siantar kota kuliner, kota transportasi, kota jasa dan kota pendidikan. Kita mau buat Siantar ini menjadi kota tujuan pendidikan,” tutup Alpeda. (Elisbet)


