Sempat Tunda Pelantikan, Pengurus LIRA akan Dilantik 28 November 2019

Siantar, Lintangnews.com | Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) sedang fokus membahas isu tentang radikalisme dan intoleransi di daerah masing-masing.

Intruksi ini disampaikan DPP LIRA ke seluruh DPD se Indonesia. Pasca adanya tragedi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, sehingga dalam hal ini, DPD LIRA Simalungun menunda pelantikan.

Bupati DPD LIRA Kabupaten Simalungun, Hotman Simbolon mengatakan, pelantikan yang awalnya tanggal 19 November menjadi ditunda ke tanggal 28 November 2019 di Lapangan Kodim 0207/Simalungun. Penundaan ini karena Presiden LIRA, Jusuf Rizal membahas isu radikalisme dengan pemerintah pusat.

“Kami terpaksa menunda pelantikan karena Presiden ada membahas persoalan yang lebih besar. Ada kegiatan nasional membahas isu-isu tentang radikalisme dan intoleransi. Ada diminta kami untuk membahas isu itu,” katanya, Sabtu (16/11/2019).

Hotman menjelaskan, LIRA memiliki kegiatan seminar menangkal hoax dalam mengantisipasi bentuk radikalisme. Kegiatan itu merupakan agenda Presiden Joko Widodo untuk menjaga kondusifitas negara.

Kata Hotman, LIRA menjadi bagian dalam memerangi hoax. Ia juga segera mensosialisasikan kegiatan LIRA dalam memerangi hoax.

“Ada kegiatan undangan seminar deklarasi media online Indonesia memerangi hoax dan radikalisme yang diagendakan Presiden Jokowi. Gagasan utama bahwa Presiden LIRA bagian yang diutamakan,” katanya.

Hotman juga meminta maaf kepada seluruh undangan atas penundaan pelantikan pengurus DPD Simalungun. Ia mengatakan, pelantikan akan melibatkan Pemko Siantar dan Pemkab Simalungun beserta tokoh masyarakat.

Hadir dalam kesempatan ini, sejumlah pengurus DPD LSM Lira Kabupaten Simalungun, Ketua Panitia pelantikan, Haryono Ompungsunggu, Sekda LSM LIRA Agus Prialy Turnip dan Henry PK Manurung. (Elisbet)