Simalungun, Lintangnews.com | Sekitar ratusan hektar lahan tanaman kelapa sawit di Afdeling 6 PTPN IV Kebun Marihat di Kabupaten Simalungun sejak awal tahun 2019 terserang hama ulat api.
Hal itu dibeberkan sejumlah karyawan PTPN IV Marihat yang merasa khawatir merebak cepatnya hama ulat api berakibat pada treknya buah produksi.
“Ini akibat kurang kontrolnya petugas hama. Fogging atau pengasapan yang dilakukan diduga tak maksimal,” beber mereka, Rabu (19/11/2019) kemarin.
Menurut mereka, ratusan hektar lahan tanaman ulang tahun 2016 silam berpotensi melambatnya produksi buah karena pelepah sawit habis dan daunnya menjadi lidi.
“Setelah dilakukan pengecekan petugas, hampir semua pohon tanaman ulang (TU) tahun 2016 silam itu terserang hama ulat api yang ganas,” sebut mereka.
Dikatakan mereka, guna mencegah populasi hama meningkat, seharusnya petugas hama memungut kepompong yang ada di bawah pohon kelapa sawit.
Kemudian memusnahkannya agar tidak berkembang menjadi kupu-kupu karena bertelur lagi dan menjadi ulat api kembali (reikarnase).
“Kalau tidak percaya, bapak tinjaulah ke lokasi. Pasti banyak ditemukan kotoran ulat api di bawah pohon. Itu pertanda ulatnya sudah menjadi kupu-kupu,” terangnya. (Zai)


