Simalungun, Lintangnews.com | Jual beli lahan Sitahoan Kecamatan Girsang Sipangan Bolonz Kabupaten Simalungun seluas 120 hektar di notaris Medan ternyata didampingi pihak Kehutanan.
Hal itu dibeberkan seseorang sumber tanpa menerangkan siapa pembeli, pihak Kehutanan yang mana serta nama notaris tempat transaksi terjadi.
“Jadi yang buat surat jual beli ya kedua belah pihak. Itu pun yang saya ingat setelah ada jual beli mereka lewat notaris Medan,” ucapnya, Jumat (22/11/2019).
Menurutnya, lahan 120 hektar itu jual belinya lewat notaris Medan. Sementara saksinya keluarga kedua belah pihak. “Penjualnya marga Kataren dan Nainggolan,” imbunya.
Dikatakan, untuk mengetahui siapa saja pembeli atas lahan Sitahoan itu tak perlu mendesak Camat Girsang Sipangan Bolon. Melainkan kepada Pangulu Nagori/Kepala Desa dan Kelurahan terkait. “Camat tidak pernah memfasilitasi, ditanya saja pada Pangulu dan Lurah,” bilangnya.
“Kalau anda tanya pihak Kehutanan mana yang mendampingi, saya kurang pasti tau. Tetapi seseorang yang tau betul mengaku mengetahuinya,” tukas sumber.
Sebelumnya. Kasi Perlindungan Hutan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Siantar, Sukendra Purba mengatakan, pihaknya tidak terlibat dalam hal transaksi dan pengajuan lahan dimaksud.
“Yang mengajukan permohonan itu Pangulu dan masyarakat. Tak ada wewenang, kami hanya menerima lampiran lahan sudah di luar kawasan (hutan),” sebut Sukendra.
Sukenda juga membenarkan sebagian kawasan hutan di Sitahoan sudah diputihkan tanpa menjelaskan berapa sisanya.
Sementara sebelumnya Camat Girsang Sipangan Bolon, Eva Tambunan terkait nama-nama masyarakat pemohon hingga SK Nomor 579 dihapus atas lahan itu menuturkan, akan mengkoordinasikan dulu ke Pangulu Nagori Sipangan Bolon Induk dan Lurah Girsang.
“Koordinasi dulu ke Pangulu dan Lurah ya,” tulis via WhatsApp (WA) nya.
Diduga kesal dikonfirmasi ulang terkait nama nama masyarakat atau pemohon, Pangulu Nagori Sipangan Bolon Induk, Sahan Sinaga mengatakan, agar langsung saja ke BPKH. “Sudah hampir lupa, karena permohonannya tahun 2017 itu,” ketusnya. (Zai)


