Simalungun, Lintangnews.com | Pihak rekanan atau kontraktor di Dinas Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya dan Tata Ruang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bertindak cepat memperbaiki robohnya dinding pasangan atau tembok penahan akibat dihantam air dari saluran irigasi.
Ini dilakukan PT Lintong Bangun Makmur sebagai pelaksana proyek perbaikan jaringan irigasi Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut UPT Siantar-Simalungun berbiaya Rp 12 milliar di Kecamatan Hutabayuraja dan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun.
Diketahui selaku pelaksana proyek, PT Lintong Bangun Makmur melakukan pekerjaan sesuai Standard Operasional Prosedural (SOP) dengan pengawasan yang ketat. Ini untuk memastikan pekerjaan itu memiliki kualitas yang bagus, dan hasilnya mendukung peningkatan aliran air secara keseluruhan persawahan di wilayah Bah Tongguran II mencapai ribuan hektar.
Ternyata di luar dugaan, salah satu titik proyek pekerjaan di daerah Sigaol Nagori Bosar Bayu, Kecamatan Hutabayuraja diterjang luapan air irigasi dengan debit yang tinggi datang dari atas. Ini mendorong dinding pasangan di bawahnya sehingga tumbang, Minggu (12/7/2020).
Pantauan di lapangan, ditemukan saluran irigasi dengan ketinggian kurang lebih 1 meter dengan jarak 3 meter pada titik pekerjaan menyebabkan dinding pasangan itu tumbang.
Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, itu bencana alam yang tidak dapat diduga duga kapan datangnya. Dia mengaku, selama 1 minggu ini hujan deras turun di daerah mereka.
“Akibatnya air irigasi yang dari atas turun ke bawah menerjang dinding pasangan pengerjaan proyek,” paparnya, Rabu (22/7/2020).
Ketua Barisan Relawan Jokowi (Bara JP) Rudianto Panjaitan, ketika berada di lokasi menuturkan, jika luapan yang tinggi hingga menyebabkan tumbang tembok bangunan yang baru saja selesai dikerjakan.
Dirinya memberikan apresiasi pada pihak kontraktor atas kesigapannya ketika pasangan itu tumbang dan besoknya langsung diperbaiki tanpa ada kendala.
Sementara Pangulu Bosar Bayu, Rotbel Simanjuntak menuturkan, ini terjadi karena bencana alam, dan tumbangnya pasangan itu sejak turunnya hujan yang cukup deras sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.
“Ini menyikapi pemberitaan yang marak jika tumbangnya pasangan itu karena diduga kesalahan campuran pasangan. Saya tegaskan kembali, ini karena bencana alam,” sebut Rotbel. (Red)


