Belajar Tatap Muka, Verifikasi Sekolah di Tebingtinggi Berlanjut Menunggu Keputusan Pemerintah

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi sedang melakukan verifikasi dan kajian kesiapan sekolah agar sesuai protokol kesehatan (prokes), jika diputuskan kebijakan belajar tatap muka.

Verifikasi tersebut harus sesuai dengan standard prokes yang ditentukan pemerintah.

Juru Bicara Pemko Tebingtinggi, Dedi P Siagian menyampaikan, kegiatan verifikasi sekolah saat ini tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaksanakan guna membiasakan dan mempersiapkan jika diputuskannya belajar tatap muka.

“Pemko Tebingtinggi mempersiapkan hal tentang kebijakan pemerintah kedepan. Saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sedang mengkaji hal ini untuk wilayah Sumatera Utara. Kita menunggu keputusan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dan harus siap menjalankannya,” sebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemko Tebingtinggi ini kepada awak media di Pos Pengamanan (Pospam) Natal dan Tahun Baru Bersama (Natama) Jalan Imam Bonjol, Sabtu (2/1/2021).

Hal ini ditegaskan Dedi terkait tata cara serta ketentuan yang harus dipedomani di dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Verifikasi dilakukan dengan ketat dan Tim Verifikasi langsung melakukan kunjungan ke semua SD dan SMP di Tebingtinggi.

“Kita harus ready dengan mempersiapkan semuanya guna belajar tatap muka tidak beresiko,” sebut Dedi.

Dijelaskan, dalam verifikasi itu pihaknya melihat standarisasi untuk prokes di sekolah. Terutama adalah surat dukungan dari Komite Sekolah yang menjadi dasar utama untuk melakukan verifikasi dan memulainya pembelajaran.

Hal ini juga harus didukung surat ijin dari Wali Murid bisa memberikan ijin kepada anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Nanti akan diputuskan Pemerintah Pusat maupun Pemprovsu dan Pemko Tebingtinggi, tentunya ada ketentuan-ketentuan yang berkembang yang harus kita lakukan untuk bisa anak-anak menuntut ilmu kembali,” sebut Dedi. (Purba)