Pelaksana Proyek PT KAI di Siantar Resahkan Warga Pengguna Jalan

Proyek PT KAI di Siantar resahkan warga pengguna jalan dan tidak memajangkan plang kegiatan.

Siantar, Lintangnews.com | Aksi penutupan Jalan Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar oleh pelaksana proyek PT Kereta Api Indonesia (KAI), sehingga arus lalu lintas dari Jalan Ade Irma Suryani ke Jalan Merdeka tidak menjadi lancar dan dianggap telah menyusahkan warga pengguna jalan.

“Iya lah, susah jadinya masyarakat karena Jalan Wahidin itu ditutup,” kata seorang warga, S Harahap saat ditemui di sebuah warung, Minggu (9/5/2021).

Susah yang dimaksud akibat penutupan Jalan Wahidin itu bagi masyarakat khususnya pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa berputar jika hendak menuju Jalan Sutomo.

“Contohnya, kalau kita mau ke Pasar Horas saja atau Jalan Sutomo, terpaksa mutar dari Jalan Ade Irma. Atau mutar dari Jalan Cokro. Kemudian, kalau mau ke Jalan WR Supratman, harus berputar dari Jalan Ade Irma,” ucap warga Jalan Tanah Jawa ini.

Diketahui, penutupan Jalan Wahidin yang tak jauh dari simpang Jalan Mataram II itu diakibatkan proyek pembangunan jembatan rel kereta api dan sudah berjalan sekitar 1 bulan lebih.

“Sudah ada 1 bulan lebih lah penutupan jalan itu. Kita bukan tidak menudukung pembangunan. Namun, sebelum pembangunan dilakukan, harusnya planing atau perencanaannya sudah jelas,” papar Harahap.

Pengerjaan jembatan kereta api di Jalan Wahidin.

Menurutnya, ini bertujuan agar tidak sampai berdampak buruk kepada kepentingan orang banyak atau aktivitas masyarakat dan penutupan Jalan Wahidin tak memakan waktu yang lama.

“Kalau saya lihat, proyek itu terkadang tanpa aktivitas danb erhenti pengerjaannya. Jadi, mungkin itu lah berpotensi memperlama penutupan Jalan Wahidin,” tukasnya, sembari berharap agar ada solusi dari penutupan jalanitu  demi kepentingan umum.

Harry selaku pelaksana PT Agung Kusuma saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan pihaknya adalah rekanan proyek jembatan rel kereta api di Jalan Wahidin.

“Iya jembatan rel kereta apinya mau diperbaharui. Kebetulan aktivitas berhenti, karena para pekerjanya mudik,” ujarnya sembari mengaku, besaran pagu proyek harus melihat datanya di kantor dan membenarkan penutupan Jalan Wahidin itu sudah berjalan sekitar 1 bulan.

Disinggung apakah penutupan jalan memperoleh izin dan ada memberikan kontribusi, Harry juga membenarkannya. “Izinnya sudah ada,” jawabnya seraya menerangkan untuk mengenai kontribusi penutupan jalan langsung urusan kantor. (Zai)