Humbahas, Lintangnews.com | Mobil dinas milik Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) diduga sempat disalahgunakan oleh oknum pejabat setempat.
Mobil dimaksud jenis Nissan Terra pengadaan tahun 2019, dan diketahui berada di luar Pulau Sumatera mulai dibeli hingga menjelang akhir tahun 2020 lalu.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Humbahas, Bresman Sianturi kepada wartawan di ruangan kerjanya, Jumat (21/5/2021).
Dia mengatakan, dugaan penyalahgunaan mobil dinas itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A dengan Bagian Umum Sekretariat Daerah awal bulan Februari lalu.
“Pengakuan Kabag Umum, Irma Simanungkalit sejak mobil itu dibeli sudah berada di Jakarta. Dan baru saat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 lalu mobil itu ditarik kembali ke Humbahas,” kata Bresman.
Lebih lanjut dia, menjelaskan, Kabag Umum Irma Simanungkalit tidak dapat menjelaskan alasan mobil dinas itu berada di luar daerah.
“Pada saat itu kami pertanyakan, apa dasar hukum menempatkan mobil dinas itu di Jakarta, Kabag Umum tidak dapat menjawabnya,” terang Bresman.
Karena saat itu tidak dapat memberikan jawaban, pihaknya memutuskan untuk meminta jawaban tertulis dari Kabag Umum terkait dugaan penyalahgunaan mobil dinas tersebut. Namun, hingga saat ini jawaban itu belum mereka terima dari yang bersangkutan.
“Saat itu kita meminta jawaban tertulis apa dasar menempatkan mobil itu di sana (Jakarta). Namun sampai saat ini belum ada disampaikan kepada kita,” ucap Bresman.
Dia menambahkan, sesuai dengan yang diketahui, mobil dinas itu awalnya peruntukannya digunakan sebagai mobil pool di kantor Sekretariat Kantor Bupati Humbahas untuk menerima tamu dari luar daerah. Namun pada kenyataannya, mobil diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi seseorang di Jakarta.
“Saat ini kita meminta sekaligus mendesak Kabag Umum untuk segera memberikan jawaban tertulis terkait dugaan penyalahgunaan mobil dinas tersebut. Apabila memang ada jelas dasar hukumnya, tidak apa-apa. Namun jika tidak ada, itu jelas sudah termasuk pelanggaran. Dan akan segera kita rekomendasikan ke lembaga DPRD untuk segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus) tentang aset,” ungkapnya.
Politisi Partai Demokrat ini kembali menambahkan, saat ini pihaknya sedang melaksanakan Rapat Badan Musyawarah (Banmus) terkait surat masuk pengusulan pembentukan Pansus dan hak interpelasi, salah satunya Pansus Aset Pemkab Humbahas.
“Setelah Pansus Aset itu nanti terbentuk, bisa saja nanti dibuka ke sana (keberadaan mobil dinas Nissan Terra) dan menjadi salah satu poin untuk bahan di Pansus,” pungkasnya.
Terpisah, Asisten Administrasi Umum dan Kesra Sekdakab Humbahas, Janter Sinaga ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Termasuk keberadaan mobil dinas Sekretaris Daerah (Sekda),Tonny Sihombing yang juga jenis Nissan Terra.
Dia menyarankan untuk konfirmasi langsung dengan Sekda dan Kabag Umum. “Langsung tanya sama pak Sekda saja. Secara khusus penggunaan dan pendistribusian adalah Bagian Umum. Mereka yang tau mobil itu kemana,” tukasnya.
Sementara itu, Kabag Umum, Irma Simanungkalit ketika dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selulernya justru membantah seluruh pernyataan Ketua Komisi A, Bresman Sianturi.
Dia mengaku tidak pernah mengatakan mobil dinas Nissan Terra pernah ditempatkan di Jakarta. “Di sininya mobil itu . Nggak pernah saya keluarkan statmen seperti itu kepada mereka (Komisi A). Tetapi mereka menebak-nebak waktu itu,” paparnya.
Disinggung terkait surat jawaban yang diminta oleh Komisi A terkait keberadaan mobil itu, Irma mengaku tidak mengingatnya.
“Saya lupa. Maksudnya surat tentang keberaan mobil itu yah?. Nggak ada itu. Tetapi terkait mobil di Jakarta, tak ada saya iya kan pada mereka waktu itu,” ucapnya.
Mantan Kasubbag Protokol itu menjelaskan, 2 unit mobil Nissan Terra termasuk yang pernah digunakan Sekda saat ini sedang dipinjam pakai oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Humbahas dan Kapolres untuk kelancaran kunjungan ke lokasi food estate di Desa Siria-ria, Kecamatan Pollung. Sementara, 1 unit lagi digunakan Bupati Humbahas.
“Itu (sifatnya) dipinjam pakai karena sering ke food estate. Akibat musim food estate saja dan masih dipakai. Kan saat kita bentar-bentar datang Menteri ke food estate. Sementara mobil mereka (Kapolres dan Kajari) tidak bisa ke situ. Kalau pak Sekda memakai Kijang Inova,” pungkasnya. (DS)



