Siantar, Lintangnews.com | Pemko Siantar melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat menggelar lomba pengetahuan lingkungan hidup tingkat siswa-siswi SD, SMP dan SMA sederajat tahun 2022.
Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu dilaksanakan di Valai Rahmat Shah Taman Hewan Kota Siantar, Jalan MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (16/6/2022).
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, Susanti Dewayani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Kusdianto menyampaikan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun ini adalah ‘Only One Earth’. Sedangkan Indonesia mengambil tema ‘Satu Bumi untuk Masa Depan’.
Dijelaskan, dunia menyadari manusia awalnya menjadi bagian dari jejaring ketergantungan kehidupan di biosfer bumi ini. Tetapi seiring pertumbuhan penduduk, kemajuan teknologi dan aktivitas kehidupan manusia, muncul kekhawatiran bisa menjadi ‘ancaman’ bagi keberlanjutan kehidupan di bumi ini.
“Untuk itu kita perlu berubah, peduli dan memelihara kelestarian lingkungan hidup,” kata Susanti.
Lanjutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup 2022 diharapkan menjadi momen penting bagi seluruh pihak untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian, serta perilaku adil terhadap lingkungan.
Plt Wali Kota mengajak masyarakat, agar peduli dan melindungi lingkungan, khususnya untuk Siantar. “Mari kita tingkatkan kesadaran, kepedulian, dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan bersih dan sehat,” tuturnya.
Khusus bagi anak-anak yang mengikuti lomba diharapkan melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan komitmen untuk tetap peduli dan melindungi kelestarian lingkungan hidup. Caranya dengan berbuat baik dan adil terhadap lingkungan hidup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dedy Tunasto Setiawan dalam laporannya menyampaikan, diselenggarakannya kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ini sekaligus menyampaikan thema nasional Lingkungan Hidup tahun 2022.
“Tujuan dilaksanakannya peringatan ini yaitu, hanya ada satu bumi tempat kehidupan umat manusia, dahulu, sekarang dan masa mendatang. Karena itu diperlukan kesadaran, komitmen dan upaya melindungi, serta menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup untuk kehidupan yang lebih baik, juga untuk generasi mendatang,” tukasnya .
Dedy menjelaskan, peserta perlombaan yakni, 18 SD sederajat, 20 SMP sederajat, dan 13 SMA sederajat. Sedangkan lomba daur ulang sampah diikuti 4 SMP/sederajat. Sementara lomba lagu lingkungan diikuti 4 SMA sederajat.
Menurutnya, perlombaan dilaksanakan dengan metode lomba menggambar dan penjelasan gambar. Untuk tingkat SMA sederajat dilaksanakan dengan metode menulis dan penjelasan tulisan.
Sementara lomba daur ulang sampah dilaksanakan dengan metode lomba mendaur ulang sampah menjadi produk kreatif. Sedangkan lomba lagu lingkungan dilaksanakan dengan lomba menyanyikan lagu wajib yakni lagu Lihat Sampah Ambil (Lisa) dan lagu pilihan, yaitu lagu yang berkaitan dengan lingkungan hidup.
Ada yang menarik dalam perlombaan tahun ini, lagu Lisa menjadi salah satu perlombaan. Sejumlah sekolah tingkat SMA tampak antusias mengikutinya.
Perlombaan pengetahuan tingkat SMA, dalam penjelasannya menyampaikan kritik kepada masyarakat yang dinilai kurang kesadaran dalam menjaga lingkungan.
Sementara itu, dalam lomba lagu lingkungan, sejumlah pelajar bersemangat dalam menyanyikan lagu Lisa. Begitu juga dalam lomba daur ulang sampah, sejumlah keterampilan pelajar tingkat SMP dipertunjukkan seperti lampu kamar dari batok kelapa dan tas yang terbuat dari tutup botol minuman mineral. (Elisbet)



