
Siantar, Lintangnews.com | Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Siantar, Susanti Dewayani didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) K Erizal Ginting menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 29 di Kota Medan.
Peringatan Harganas yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu berlangsung di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (7/7/2022).
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam sambutannya menargetkan penurunan stunting ke angka 12 persen pada tahun 2023.
“Saat ini angka prevalensi stunting Sumut masih 24 persen, sama dengan nasional sebesar 24 persen. Dengan target 12 persen tahun depan, berarti Sumut akan menekan angka prevalensi sebesar 12 persen dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun,” katanya.
Sementara itu, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penurunan angka kekerdilan (stunting), demi mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Jokowi menargetkan agar angka kasus stunting di Indonesia dapat turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.
“Saya mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa untuk bergerak bersama-sama, bekerja bersama-sama, bersinergi bersama-sama untuk menurunkan stunting dan seluruh akar masalahnya dalam rangka mempersiapkan SDM, generasi penerus kita yang berkualitas. Betul-betul harus kita siapkan,” tutur Jokowi.
Presiden meyakini, dengan dukungan seluruh masyarakat, upaya penurunan angka stunting yang dilakukan pemerintah dapat segera tercapai. Salah satunya dimulai dengan menjaga kesehatan lingkungan keluarga.
Turut mendampingi Jokowi dan Iriana Jokowi, antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Plt Wali Kota usai acara menyampaikan, Siantar akan bersinergi dan berkolaborasi dalam menurunkan angka stunting guna menyikapi isu nasional saat ini.
Menurut Susanti, konvergensi stunting di Siantar dinilai tidak akan sukses jika tak dibantu oleh lembaga-lembaga lainnya. Informasi tentang indikator stunting seperti pola asuh anak dan remaja, pola makanan bergizi, dan sanitasi yang bersih akan ditingkatkan dengan sosialisasi, edukasi, serta program Gebyar Pencegahan Anak Stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). (Rel)


