Kebun Bangun Benarkan Produksi Sawit Menurun

Tanaman pohon kelapa sawit terserang hama ulat api.

Simalungun, Lintangnews.com | Managemen PTPN III Kebun Bangun membenarkan adanya penurunan produksi sampai dengan Juni ini di bawah 5,09 persen dan estimasi produksi sampai dengan akhir tahun bisa mencapai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2022.

“Produksi Kebun Bangun sampai dengan bulan ini di bawah 5,09 persen dan estimasi produksi sampai dengan akhir tahun bisa mencapai target RKAP 2022,” tulis Asisten Kepala (Askep) Kebun Bangun berkedudukan di Nagori Senio, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Lilik Rojali Nasution, Senin (11/7/2022).

Dalam rangka pencapaian RKAP 2022, Kebun Bangun akan melakukan upaya upaya mencakup penggalian produksi yang maksimal.

“Upaya-upaya yang akan kami capai mencakup penggalian produksi yang maksimal,” tukas Lilik menambahkan.

Lanjutnya, keamanan produksi di lapangan maupun saat pengiriman merupakan bagian dari strategi tim keamanan Kebun Bangun.

Salah satunya melakukan monitoring pengangkutan TBS untuk memastikan/menjamin semua produksi dari Afdeling sampai ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Dengan aman dan kegiatan itu berhasil menggagalkan tindakan orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga tidak terjadi kehilangan produksi.

“Upaya pengamanan terkait penangkapan produksi di jalan merupakan strategi tim pengamanan,” imbuh Lilik.

Terpisah, informasi dihimpun Kamis (14/7/2022) menyebutkan, penyebab menurunnya produksi buah kelapa sawit Kebun Bangun tidak lain dikarenakan kurang maksimalnya perawatan. Seperti pemupukan dan tak tuntasnya pemberantasan terhadap hama ulat api.

Lanjut informasi, serangan hama ulat api ini dengan cara menggerogoti bagian daun kelapa sawit. Ini rimulai dari helaian daun bagian bawah hingga menjadi lidi, dalam kondisi parah, tanaman akan kehilangan daun hingga 50-90 persen.

Ulat api menyukai daun kelapa sawit tua. Tetapi apabila daun daun tua sudah habis, ulat juga memakan daun muda. Selanjutnya bisa mengakibatkan kematian apabila tidak dikendalikan dengan benar. (Zai)