Deli Serdang, Lintangnews.com | Pantai Serambi Deli atau Pantai Putra Serdang di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang yang sangat indah dengan pasir putih di sepanjang bibir pantai, serta tumbuhnya pohon cemara laut dan mangrove menambah kesejukan saat berwisata ke lokasi itu.
Namun saat ini terlihat kondisinya sangat memperihatinkan sekali. Bibir pantai tak kuat menahan abrasi dari terjangan ombak Selat Malaka.
Pantauan awak media, setiap Minggu ada saja pohon cemara laut dan pondok-pondok tempat rekreasi yang tumbang dihantam deburan ombak.
Tempat-tempat bermain bagi pengunjung pun sudah hilang dan rusak, sehingga dikhawatirkan pengunjung pun akan berkurang yang datang ke Pantai Serambi Deli yang terkenal dengan pasir putihnya.
Tentunya sumber devisa bagi pengelola pantai dan warga sekitar akan berkurang bahkan bisa hilang, apabila tak ada pengunjung yang datang ke pantai yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini.
Kerusakan pantai itu perlu perhatian semua pihak terkait, agar tidak hilang termakan abrasi.
Ketua Pengelola Pantai Serambi Deli, Ramlan saat ditemui, Senin (14/11/2022) membenarkan sepanjang bibir pantai banyak yang hancur disebabkan kuatnya ombak Selat Malaka yang menghantam hingga menjadi abrasi.
Setiap Minggu satu per satu pohon pelindung pantai jenis cemara laut dan pondok milik anggota kelompok tumbang dihantam ganasnya ombak. Bisa-bisa tiang listrik PLN di pantai pun bisa tumbang kalau tidak cepat diantisipasi,” kata Ramlan.
Lanjutnya, apabila pengunjung berkurang tentunya mempengaruhi perekonomian mereka, dimana selama ini bergantung dari biaya masuk ke pantai dan kedai-kedai yang dibuka di lokasi itu.
“Kami berharap pihak pemerintah dan dinas terkait dapat memberi perhatian pada Pantai Serambi Deli agar tidak hilang dimakan ombak. Terus terang dari penghasilan pantai ini lah kami menyekolahkan anak-anak dan untuk keperluan sehari-hari,” tutupnya.
Sementara itu Komisaris BUMDes Jaya Bersama, Nasri mengatakan, Pantai Serambi Deli ini saat ini dikelola BUMDes bekerja sama dengan warga yang tinggal di pantai itu.
“Dulunya sudah pernah di buat penahan ombak dari bambu dan ban mobil bekas, namun tidak juga bisa menahan kuatnya terjangan ombak,” sebutnya.
Nasri menambahkan, pihak BUMDes pun sudah berusaha untuk merawat pantai. Namun kerusakan begitu besar yang ditimbulkan akibat ombak, dana BUMDes pun tak sanggup untuk merawat atau membuat tembok penahan.
Kepala Desa (Kades) Paluh Sibaji ini menuturkan, di pantai itu ada 7 Kepala Keluarga (KK) yang bertempat tinggal dan puluhan anggota kelompok pantai yang bekerja.
Dikhawatirkan kalau tidak diantisipasi atau dibenahi, maka pantai itu bisa tinggal sejarah atau hilang dari peta. Bahkan hilangnya mata pencaharian warga maupun kelompok yang bergantung dari keberadaan Pantai Serambi Deli.
“Kalau tidak cepat dibenahi pohon mangrove yang tumbuh subur di lokasi pantai sebagai tempat berkembang biaknya ikan dan kepiting bakau akan hancur dibantai ombak. Jadi kami berharap perlunya perhatian pihak pemerintah dan dinas terkait untuk membantu pantai ini,” tukas Nasri. (Idris)



