Komisi IV DPR RI Kunker Spesifik di Food Estate Humbahas

Kunjungan Komisi IV DPR RI di lokasi food estate Kabupaten Humbahas.

Humbahas, Lintangnews.com | Komisi IV DPR RI dipimpin Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Ini guna meninjau dan melihat secara langsung lokasi pelaksanaan program food estate hortikultura di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kamis (26/1/2023).

Rombongan wakil rakyat itu disambut Bupati, Dosmar Banjarnahor bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Tokoh Masyarakat di Hotel Ayola, Dolok Sanggul.

Komisi IV DPR RI yang hadir Djarot Saiful Hidayat (PDI-Perjuangan), Maria Lestari (PDI-Perjuangan), Mindo Sianipar (PDI-Perjuangan), KRT Darori Wonodipuro (Gerindra), Sulaiman L Hamzah (Partai Nasdem), Edwar Tannur (PKB) dan Slamet (PKS) bersama dinas terkait.

Dosmar menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komisi IV DPR RI ke Humbahas. Menurutnya, kunjungan ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Humbahas, dimana kehadiran anggota DPR RI akan memberi arahan dan pencerahan kepada pemerintah dalam pengembangan food estate.

“Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi yang dikembangkan oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang,” sebutnya.

Lanjutnya, food estate dilaksanakan dengan koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest), Kementerian Pertanian (Kementan), Kemenenterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) dan lembaga lainnya.

“Awalnya lahan di Kecamatan Pollung merupakan kawasan konsesi PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL). Pemkab Humbahas mengusulkan ke Kementerian LHK perubahan konsesi PT TPL yang semula 31.336 hektar, setelah pengurangan menjadi 9.600 hektar,” jelas Dosmar.

Pada tahap pertama tahun 2020, dikelola 1.000 hektar untuk kegiatan pengembangan food estate. Dimana 215 hektar dikelola Kementan, dengan komoditi bawang merah, bawang putih dan kentang, serta 785 hektar merupakan areal pengembangan selanjutnya.

Dosmar menjelaskan, mulai tahun 2021-2022, program food estate di Humbahas dilaksanakan tidak lagi menggunakan APBN Kementan. Pola pertanaman yang dilaksanakan sampai saat ini adalah melalui kerja sama dengan investor/offtaker.

Total produksi food estate Humbahas sampai dengan saat ini adalah 392 ton kentang dan 165 ton bawang merah, kubis (294 ton), cabai (271 ton), jagung (93 ton), tomat (26 ton) dan bawang putih (13 ton).

Produktivitas maksimum untuk kentang mencapai 24 ton/hektar, sedangkan bawang merah mencapai 13 ton/hektar. Sementara total petani yang terlibat adalah 350 orang yang tergabung dalam 9 korporasi petani.

Terdapat 7 investor yang telah bergabung yaitu, PT Parna Raya (komoditi bawang merah dan bawang putih), PT Indofood (komoditi kentang), PT Eden Farm (komoditi kentang), PT Ewindo (komoditi kentang), PT DSR (komoditi kentang, bawang merah dan buncis), PT BISI (komoditi jagung) dan PT Champ (komoditi kentang).

Pada kesempatan itu, Djarot mewakili anggota DPR RI yang hadir menyampaikan, terima kasih atas sambutan yang hangat dari Pemkab Humbahas.

Dikatakan, sejak awal ditetapkannya Humbahas sebagai tempat pengembangan food estate, Komisi IV DPR RI turun ke lokasi pada tahun 2021 dan pihaknya mendapatkan informasi tidak cukup menggembirakan.

“Presentasi Bupati menyampaikan informasi tentang food estate cukup menggembirakan. Disamping itu, disampaikan juga ada 7 investor yang bekerja sama dengan kelompok tani (poktan) di areal food estate. Untuk melihat secara langsung perkembangan food estate, maka kami hadir,” imbuhnya.

Djarot menambahkan, Presiden, Joko Widodo beberapa kali menyampaikan, dunia akan mengalami krisis pangan, maka food estate merupakan program yang sangat strategis untuk mengatasinya.

“Program yang sangat strategis dan sangat jenius dari pak Jokowi merupakan jawaban atas krisis pangan. Kita menginginkan, food estate yang ada di Sumatera Utara bisa berhasil dan menjadi lumbung pangan,” tukasnya.

Sebagai ungkapan terima kasih atas kunjungannya, Pemkab Humbahas bersama masyarakat memberikan cenderamata berupa ulos.

Usai paparan, rombongan meninjau lokasi food estate di Desa Ria-Ria dan berdiskusi dengan para petani.

Hadir juga di lokasi food estate, Kapolres Humbahas, AKBP Achmad Muhaimin dan Wakil Bupati, Oloan Paniaran Nababan. (JS)