Solidaritas Alumni Nommensen Siantar Desak Pemecatan dan Penangkapan Oknum Dosen Predator

PEMATANGSIANTAR, Lintangnews.com | Gelombang tuntutan keadilan pecah di lingkungan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP). Hari ini, Jumat (27/2/2026), ratusan alumni yang tergabung dalam Solidaritas Alumni Peduli Kampus menggelar aksi konsolidasi besar-besaran bertajuk “Bersihkan Nommensen Siantar dari Predator”.

Gerakan ini merupakan respons tegas atas dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen berinisial RP. Para alumni mendesak pihak universitas untuk melakukan pemecatan secara tidak hormat dan meminta aparat penegak hukum segera meringkus pelaku.

Konsolidasi yang berpusat di lapangan depan Menza Kampus Nommensen ini dihadiri sedikitnya 150 alumni dari berbagai lintas angkatan. Mereka menegaskan bahwa menjaga nama baik almamater tidak dilakukan dengan menutupi skandal, melainkan dengan membersihkan institusi dari oknum yang merusak moral akademik.

Koordinator aksi, Erwin Purba, dalam orasinya menyampaikan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi intelektualitas, bukan tempat tumbuhnya rasa takut.

“Kami tidak sedang membangun opini, kami sedang membangun keberanian moral. Dunia akademik berdiri di atas etika dan integritas. Penanganan kasus ini harus dilakukan secara terbuka, cepat, dan tanpa kompromi,” tegas Erwin di hadapan massa aksi.

Aksi ini tidak hanya berhenti di gerbang kampus. Solidaritas Alumni telah merancang langkah strategis untuk mengawal kasus ini hingga tuntas melalui dua jalur utama, yakni Internal Kampus, Mendesak rektorat untuk transparansi penuh dalam proses etik dan memastikan tidak ada perlindungan bagi oknum dosen RP.

Selanjutnya ke jalur Hukum, Melakukan aksi lanjutan ke Polres Pematangsiantar guna mendorong percepatan proses hukum dan penangkapan pelaku agar memberikan rasa keadilan bagi korban.

Para alumni juga menyerukan agar seluruh civitas akademika tidak bersikap apatis terhadap isu kekerasan seksual. Menurut mereka, momentum ini harus menjadi titik balik pembenahan struktural di UHKBPNP, termasuk evaluasi sistem pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Bagi Solidaritas Alumni, keberanian untuk bersuara adalah bagian dari tanggung jawab intelektual. Mereka berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga oknum RP mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan sejarah kampus. (*)