Ahli Waris 2 Pahlawan Kesehatan TNI-AD Terima Santunan dari Asabri

Pemberian santunan pada ahli waris dari PT Asabri.

Jakarta, Lintangnews.com | Dua orang Pahlawan Kesehatan, Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI-AD dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto yang meninggal dunia akibat terpapar wabah Covid-19 (Virus Corona), menerima Santunan Resiko Kematian Khusus (SRKK) tewas dari PT Asabri.

Pemberian santunan tersebut diserahkan langsung kepada ahli waris oleh Dirut PT Asabri, Letjen TNI (Purn) Sonny Widjaja didampingi Kepala Cabang Asabri Jakarta, Kolonel (Purn) Surono bertempat di ruang Puskodalad Mabesad, Jakarta, Senin (18/5/2020), serta disaksikan dan dipandu langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa sesaat sebelum melaksanakan vicon berkala dengan pejabat RSPAD dalam rangka memantau perkembangan dan kondisi penanganan pandemi Covid-19.

Ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam rilis pers di Jakarta.

Dijelaskan Kadispenad, santunan Asabri kepada ahli waris dari Sugiarto (49) perawat di Unit Dokmil RSPAD Gatot Soebroto yang meninggal dunia pada 31 Maret 2020 lalu, diterima istri almarhum, Ary Suryanti, yang hadir bersama anak semata wayangnya, Damar Pratama Sugari senilai Rp 326.928.600.

“Sementara santunan Asabri ahli waris dari almarhumah Novera (36) perawat di Instalasi Rawat Jalan RSPAD Gatot Soebroto, yang meninggal dunia pada 11 April 2020 lalu, diterima kedua orang tuanya, yakni Supardi dan Ofnetty, dengan nilai Rp 286.031.100,” imbuh Kolonel Inf Nefra.

Selain santunan dari Asabri, sambung lulusan Akmil 1992, ahli waris juga menerima pengembalian tabungan (Baltab) TWP AD yang diserahkan Direktur Utama PT BP TWP AD, Mayjen TNI Sudirman, dengan nilai tunai sesuai masa dinasnya dan bantuan beasiswa bagi 1 orang anak sebesar Rp 30 juta.

“Kepada ahli waris masing-masing juga menerima santunan berupa biaya perawatan jenazah sebesar Rp 7,5 juta dan gaji terusan selama 12 bulan ke depan,” ujar Kadispenad.

Dalam kesempatan itu, kedua ahli waris almarhu dan almarhumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kasad dan jajaran, Asabri, PT TWP dan Kasgartap I Jakarta atas perhatian dan bantuannya. Juga menyampaikan permohonan maaf bila almarhum dan almarhumah selama mengabdi dan bekerja kurang maksimal.

Menanggapi pernyataan itu, Kasad menyampaikan, tidak ada kekurangan dalam diri almarhum dan almarhumah. “Mereka telah memberikan pengabdian yang terbaik kepada Angkatan Darat dan masyarakat Indonesia. Bukti pengabdian yang paling berharga adalah nyawanya. TNI AD dan bangsa Indonesia bangga mempunyai Sugiarto dan Novera,” ujar Jenderal TNI Andika.

Seperti diketahui, selama masa penanganan pandemi Covid-19, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan bangsa dalam menangani pasien yang terjangkit virus tui. Bukan hanya waktu dan tenaga saja, bahkan beberapa paramedis harus kehilangan nyawanya dalam ‘pertempuran’ melawan Covid-19.

Dua orang ASN TNI AD itu termasuk dalam paramedis yang meninggal saat melaksanakan tugas mulianya ini. Keduanya dinyatakan meninggal karena terpapar Covid-19 dari pasien yang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. (Dispenad)