Aksha Sesalkan Sikap Kelompok Menyatakan Tutup PT TPL

Aliansi Kontraktor Sektor Habinsaran (Aksha).

Toba, Lintangnews.com | Aliansi Kontraktor Sektor Habinsaran (Aksha) menyesalkan situasi yang berkembang terkait dengan aksi sekelompok orang yang menginginkan penutupan PT Toba Plup Lestari Tbk (TPL).

Hal ini diucapkan Naek Hutapea (51), Sabtu (26/6/2021) KEMARIN di Desa Simare Kecamatan Borbor Kabupaten Toba. Aliansi sebanyak 23 perusahaan ITU terdiri dalam bentuk CV, PT dan UD. Kebanyakan mitra pt TPL ini adalah warga sekitar dan dari luar daerah.

Naek merupakan Ketua Aksha dan sudah bergabung dengan PT TPL sejak tahun 2003 hingga saat ini. Dia merasa ada hal aneh dari persoalan tanah berubah menjadi penutupan PT TPL.

“Kami tau tanah dan wilayah tanah adat. Tanah adat kok menjadi meleset ke arah tutup PT TPL?  Kami sebagai mitra, ketika ada yang klaim atau meminta kembali tanah mereka, silakan diminta dan ada jalur hukumnya,” terangnya.

Dia mengatakan, pendirian PT TPL bertujuan memperbaiki ekonomi rakyat. “Sebelumnya kami pekerja biasa dan kerja penanaman. Setau saya PT TPL tidak menebang pohon di hutan lindung dan hanya bekerja di Hutan Tanaman Industri (HTI) yang sudah ditetapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK),” paparnya.

Menurutnya, perusahaan selalu mengajak putra kampung bekerja dari pada merantau jauh. Lanjutnya, PT TPL selalu menguntungkan masyarakat dan itu salah satu nilai positif yang mereka dapatkan sebagai putra-putra daerah, khususnya di Sektor Habinsaran.

Lanjutnya, jika ada kesalahan perusahaan tentang pengelolaan limbah dan penebangan hutan di luar ijin agar diperbaiki. “Kami meminta Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan DPR-RI agar bertindak sesuai aturan yang ada,” paparnya.

Naek berharap, agar masyarakat menghargai kinerja pemerintah termasuk Luhut Panjaitan yang sudah pergi ke Cina mencari investor untuk berinvestasi ke Indonesia.

Ini akan menjadi satu catatan buruk bagi pemerintah jika para pengusaha meninggalkan Kabupaten Toba hanya karena persoalan kecil. “Negara perlu memikirkan masa depan warganya hingga 10 tahun kedepan,” kata Naek mengakhiri. (Aldy)