Aksi Demo, IMM Asahan-Tanjungbalai Minta Cabut Ijin Judi Game Zone   

Massa IMM Asahan-Tanjungbalai saat berunjuk rasa.

Asahan, Lintangnews.com | Maraknya lokasi tempat judi game zone dengan berkedok adu ketangkasan membuat kondisi di Kabupaten Asahan saat ini memprihatinkan.

Pasalnya permainan ketangkasan itu berlindung dibalik izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan sehingga permainan tersebut tidak tersentuh hukum.

Hal ini membuat Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asahan-Tanjungbalai melakukan unjuk rasa di kantor Bupati, Polres Asahan dan Tugu Persimpangan Jalan Imambonjol-Cokroaminoto Kisaran untuk menyampaikan aspirasi terkait marak judi game zone, Senin (19/7/2021).

“Judi game zone di Asahan merajalela bahkan berkembang ke Desa. Ini membuat kita prihatin dengan kondisi Asahan,” ungkap Ketua IMM Asahan-Tanjungbalai, Yogi Rahman Ginting di halaman kantor Bupati Asahan.

Lanjutnya, judi adalah perbuatan yang bertentangan norma hukum, agama dan sosial. Pihaknya meminta kepada Pemkab Asahan, khususnya Bupati agar memerintah dinas terkait untuk mencabut izin yang sudah dikeluarkan.

“Pemkab Asahan memiliki visi-misi di antaranya Asahan religius, namun perjudian yang berkedok permainan ketangkasan legal ini dapat merusak moral generasi bangsa dan akan berujung pada tingginya tindakan kriminal,” ucap Yogi didampingi Sekretaris IMM, Cek Mocin.

Berorasi hampir 30 menit di bawah panasnya terik matahari, namun tidak mendapat jawaban dari Pemkab Asahan. Massa melanjutkan aksinya di Polres Asahan. Sesampainya di Polres, para pengunjuk rasa dipersilahkan masuk ke aula yang sudah dipersiapkan untuk berdiskusi.

“Kedatangan kami tidak lain meminta pada AKBP Putu Yudha Prawira yang baru saja menjabat sebagai Kapolres Asahan untuk menutup semua tempat perjudian yang berkedok ketangkasan seperti game zone yang sudah merajalela di 25 Kecamatan,” ujar Cek Mocin.

Menurutnya, Kapolres harus bisa menegakkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, khususnya di Asahan.

Menyikapi hal itu, Kapolres menuturkan, akan berkoordinasi dengan Pemkab Asahan soal izin yang sudah dikeluarkan.

“Terkait izin yang sudah diterbitkan Pemkab Asahan, akan saya tangani dengan serius. Namun saya juga meminta dukungan dari rekan-rekan untuk bersabar mengenai masalah ini,” kata AKBP Putu.

Mendengar pernyataan Kapolres, akhirnya massa IMM membubarkan diri dari Polres Asahan. “Terima kasih pak Kapolres sudah menerima aspirasi kami tentang judi,” sebut Yogi. (Heru)