Amankan 4 Warga Lumban Gorat, Kapolsek Dolok Panribuan Pelit Dikonfirmasi

Keempat warga Nagori Lumban Gorat yang diamankan di Polsek Dolok Panribuan.

Simalungun, Lintangnews.com | Empat orang diduga anggota salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP), warga Nagori Lumban Gorat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun diamankan di Polsek Dolok Panribuan Sabtu (1/6/2019) sekira pukul 22.30 WIB.

Informasi dihimpun, Senin (3/6/2019) menyebutkan, keempat orang yang ditahan, diduga akibat melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang warga Nagori Ujung Bondar, Kecamatan Dolok Panribuan, Manutur Sihombing (32).

Penganiayaan diduga terjadi di dalam 1 unit mobil kijang jantan berwarna merah yang menurut informasinya mirip lambang OKP PP 59.

“Awalnya korban, Manutur Sihombing setelah minum tuak di salah satu kedai di Nagori Ujung Bondar ada mendatangi, Sudianto Sitorus di kedai tuak bermarga Sirait di Nagori tersebut,” ungkap sumber.

Saat itu lanjutnya, Manutur Sihombing duduk persis berhadap-hadapan dengan Sudianto. Korban bertanya ke Sudianto. “Kenapa kau foto proyek rabat beton yang kami kerjakan,” tanya Manutur.

Namun Sudianto membantah, dan mengakibatkan perkelahian. Selanjutnya, warga yang minum tuak berupaya melerai. Situasi itu langsung dimanfaatkan Sudianto dengan memukuli Manutur.

Begitu lepas dari sasaran pukulan Sudianto, Manutur langsung mengambil gelas minuman tuak di atas meja. Dan memukulkannya ke kepala Sudianto Sitorus yang juga warga Nagori Ujung Bondar.

Berhasil dilerai warga, Sudianto pulang ke rumahnya sembari menelepon dan memberitahu bahwa dirinya sudah dipukuli korban kepada Ketua PAC PP 59 Nopar Sinaga (saudara ipar Sudianto).

Berselang sekira 30 menit, Manutur melihat ramai laki-laki datang menggunakan mobil kijang jantan warna merah berlogo PP 59 dan beberapa sepeda motor ke warung tuak Sirait.

Merasa ingin tau apa yang telah terjadi, Manutur mendatang kedai tuak bermarga Sirait tempatnya sebelumnya bertengkar dengan Sudianto. Kemudian salah seorang menarik tangan Manutur.

Dengan alasan orang itu, mau membawa Manutur ke Polsek Dolok Panribuan guna diamankan. Manutur pun berusaha menolak, tetapi usahanya sia-sia. Sehingga dirinya dipaksa masuk ke dalam mobil berlogo OKP itu.

“Ditengah perjalanan, sekitar 8 Orang Tak Dikenal (OTK) di mobil memukuli wajah dan kepala Manutur yang duduk dibangku tengah. Ini mengakibatkan pendarahan dan luka lebam,” ucap sumber.

Setibanya di Polsek Dolok Panribuan, lanjut sumber, salah seorang petugas merasa iba, langsung membawa Manutur Sihombing guna diobati ke Puskesmas Dolok Panribuan.

“Keempat orang yang diamankan yakni, Hendri Sinaga, Jhon Piter Situmorang, Benget Sinurat, dan Saut Hutabarat. Sedangkan oknum ketua PAC PP 59 Dolok Panribuan, Nopar Sinaga dan lainnya dilepas,” ucap sumber.

Terkait informasi itu, Kapolsek Dolok Panribuan, AKP Sabar Pinem belum bersedia atau terkesan pelit dikonfirmasi. Meski konfirmasi WhatsApp (WA) yang dilayangkan, Selasa (4/6/2019) sekira pukul 07.28 WIB terkirim. (zai)