Anggota DPRD Sumut Diminta ‘Turun Gunung’ Tinjau Jalan Provinsi yang Rusak di Labuhanbatu

Kondisi jalan yang rusak di Kabupaten Labuhanbatu.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Jalan Lintas Provinsi mulai dari Aek Nabara sampai  Negeri Lama, Kabupaten Labuhanbatu kondisinya rusak, sehingga dapat mengancam nyawa manusia.

Hal itu membuat masyarakat mendesak anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Kabusel) memperhatikan serta memprioritaskan akses jalan itu.

Ini diungkapkan salah seorang warga Kecamatan Bilah Hilir, Fadli Hasibuan  kepada awak media, Minggu (6/9/2021). Menurutnya, Jalan Provinsi mulai dari Aek Nabara sampai Negeri Lama merupakan tanggungjawab dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsi) untuk memperbaiki dan membangunnya.

“Sampai saat ini melihat kondisi jalan rusak, berlobang dan bergelombang, sehingga dapat mengancam nyawa manusia. Hingga saat ini belum ada perhatian dari anggota DPR Sumut Dapil Labuhanbatu Raya,” tukasnya.

Dia juga menyampaikan, tahun sidang reses 2021 pun belum pernah dilaksanakan di Kecamatan Bilah Hilir. Menurunya, ini menjadi pertanyaan apakah Kecamatan Bilah Hilir tidak termasuk Dapil dari para anggota dewan itu.

“Kita minta kepada anggota DPRD Sumut melihat secara langsung keluh kesah masyarakat terhadap jalan itu. Diharapkan juga Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi memperhatikan dan memperbaikinya sesuai janji massa kampanye ketika berkunjung ke Negeri Lama,” tandasnya.

Diketahui pengelola dan penanggung jawab Jalan Provinsi adalah Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk. Jalan Provinsi di wilayah Labuhanbatu sangat dekat jarak tempuh menuju Provinsi Riau yakni, Panipahan, Pasir Limau Kapas dari Jalan Ajamu Panai Hulu dan Labuhanbilik Panai Tengah.

Warga Kecamatan Bilah Hilir lainnya, Akhyar (56) menuturkan, sedih melihat kondisi Jalan Provinsi mulai Aek Nabara sampai Negeri Lama sepanjang 30 kilometer yang merupakan tanggung jawab Pemprovsu, namun belum ada perhatian serius dari pihak terkait.

“Jika sudah musim hujan, jalan banjir, sehingga mengancam nyawa manusia, sehingga warga merasa was-was melintas. Selain itu, tidak adanya pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak terkait terhadap angkutan yang melebihi tonase,” tukasnya.

Diketahui anggota DPRD Sumut dari Dapil Labuhanbatu Raya yakni, Ari Wibowo (Partai Gerindra), Zeira Salim Ritonga (Partai Kebangkitan Bangsa), Poaradda Nababan (PDI-Perjuangan), Erni Ariyanti (Partai Golkar), Erwinsyah Tanjung (Partai Nasdem, Dedi Iskandar (Partai Keadilan Sejahtera), Muhammad Gandhi Faisal Siregar (Partai Amanat Nasional (PAN) dan Edi Susanto Ritonga (Partai Hanura). (Sofyan)