Antarkan Sabu pada Polisi, Aldo Disidangkan di PN Tebingtinggi

Terdakwa Aldo saat mengikuti persidangan di PN Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Terdakwa Aldo S Boris duduk lemas di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi meski didampingi kuasa hukum Syaiful, Selasa (26/22019 ) yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gilbert S dipimpin majelis hakim Albon Damanik.

Dalam dakwaan dikatakan bahwa terdakwa pada Jumat (19/10/2018) sekira pukul 20.00 WIB bertempat di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bandarsono, Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi, tepatnya di depan masjid ditangkap petugas terkait narkoba.

Terdakwa ditangkap saksi Destiansa Sipayung dan Ivan Vernando (keduanya personil Polres Tebingtinggi). Ini setelah mendapat informasi dari masyarakat, jika di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Bandarsono sering terjadi transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Mendapat informasi itu, petugas langsung menuju ke tempat dimaksud untuk mengecek kebenarannya. Sesampainya di tempat itu, para saksi melihat seorang laki-laki bernama Yoza (belum tertangkap) yang diduga sebagai bandar narkotika. Saksi Destiansa Sipayung berpura-pura ingin membeli sabu darinya, namun saat itu Yoza tidak memiliki barang haram itu.

Kemudian Yoza menyuruh saksi untuk menunggu di depan masjid di Jalan Sisingamangaraja, agar dirinya memanggil temannya untuk membelikan sabu. Saksi pun menunggu, dan tak lama kemudian, Yoza datang bersama Aldo. Terdakwa meminta uang pada Destiansa untuk membeli sabu dan diberikan sebesar Rp 100.000.

Tidak berapa lama, kemudian terdakwa dan Yoza kembali lagi. Namun Yoza langsung pergi meninggalkan terdakwa pada saat akan menyerahkan 1  bungkus plastik transparan kecil berikan serbuk kristal diduga sabu kepada Destiansa. Selanjutnya terdakwa langsung ditangkap kedua saksi.

Kemudian terdakwa dan barang bukti dibawa dan diserahkan ke Polres Tebingtinggi untuk diproses.

Saat dilakukan pemeriksaan, terdakwa mengaku mendapatkan sabu dari Fahri (belum tertangkap) di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan sebuah bengkel dengan cara membelinya seharga Rp 80.000.

Dalam dakwaan pertama, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (purba)