Awalnya Demam dan Mual, Istri Bupati Humbahas Terpapar Covid-19

Lidya Kristina Panjaitan bersama Dosmar Banjarnahor saat diabadikan sebelum terkonfirmasi Covid-19.

Humbahas, Lintangnews.com | Awalnya mengalami keluhan demam, nyeri kepala dan mual, istri Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor yang saat ini sedang cuti mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020, Lidya Kristina Panjaitan (39) terkonfirmasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Humbahas, Hotman Hutasoit, Senin (30/11/2020) melalui sambungan telepon seluler.

Hotman menjelaskan, Lidya sebelumnya tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah. Namun, Lidya pada tanggal 25 November 2029 lalu merasakan demam, nyeri kepala dan mual. “Pada saat itu juga, istri Bupati dilakukan rapid tes dan hasilnya non reaktif,” sebut Hotman.

Selanjutnya, Lidya diberikan obat demam dan mual. Namun, pada 27 November 2020 lalu, Lidya masih merasakan sakit dan pada 28 November 2020 dilakukan pengambilan swab di RSUD Dolok Sanggul.

“Dari hasil swab RT-PCR pada 28 Agustus dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah diketahui hasil swab, dirujuk ke salah satu Rumah Sakit (RS) di Medan,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) ini tanpa mau menyebut nama RS nya.

Hotman mengatakan, usai diketahui terkonfirmasi Covid-19, pihak GTPP Covid-19 selanjutnya melakukan tracking terhadap Dosmar Banjarnahor selaku suami. “Hasil swab dari suaminya telah keluar pada hari itu juga dan hasilnya negatif,” ujar Hotman.

Ketika disinggung Dosmar Banjarnahor dinyatakan hasil swab negatif, sesuai Standard Operatiomal Procedural (SOP) apakah bersangkutan bisa melakukan kegiatan dalam ataupun luar daerah, Hotman tidak bisa menjawabnya. “Nanti ya bos, saya tanya dulu pihak RS,” ujar Hotman.

Ditambahkannya, pihak GTPP Covid-19 juga sudah melakukan tracking terhadap yang kontak erat dengan Lidya, selain Dosmar.

“Kita juga sudah melakukan tracking terhadap yang pernah kontak dengan ibu Lidya. Dan cuma, apakah sudah diswab dan apa hasilnya, saya tanya dulu ke RS,” tutupnya.

Sebelumnya, Hotman menuturkan, hasil tracikng yang dilakukan ke Lidya, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pihak RS masih menelusuri apakah karena kontak erat dari pasien Covid-19 atau karena orang tanpa gejala.

“Hasil tracking jika Lidya tidak pernah keluar daerah, berarti Dinkes dan RS masih menelusuri sehingga nanti bisa dipertanggungjawabkan dari mana tertularnya,” ungkap Hotman. (DS)