Balai Karantina Pertanian Medan Ekspor Sarang Burung Walet ke Tiongkok

Pelepasan ekspor Sarang Burung Walet ke Tiongkok melalui Bandara KNIA.

Deliserdang, Lintangnews.com | Kementrian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Kelas II Medan, Jumat (1/3/2019)  bertempat di Kargo Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deliserdang melepas 1 ton Sarang Burung Walet (SBW) tujuan Tiongkok senilai Rp 41,4 miliar.

Pelepasan sarang burung walet ke Tiongkok itu ditandai dengan pemecahan kendi secara bersama dihadiri Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu), Musa Rajekshah, Kepala Badan Karantina Pertanian Sumut, Ali Jamil, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Hafni Zahara, Kadis Pertanian Provinsi Sumut, Asisten II Pemkab Deliserdang, Aida Harahap, Kadis Pertanian, Samsul Bahri, Komunitas Bandara Kualanamu serta para eksportir.

Wagubsu mengapresiasi Badan Karantina Pertanian Kelas II Medan dan jajarannya serta para eksportir yang telah melakukan pelepasan atau ekspor sarang burung walet ke beberapa negara salah satunya ke Tiongkok.

“Ini membuat daerah kita Sumut menjadi salah satu pemasok sarang burung walet ke luar negeri. Saya berharap, tumbuh lebih banyak lagi para eksportir di Sumut agar hasil dari daerah kita bisa terkenal,” sebut Musa Rajekshah.

Namun pihaknya berharap, para eksportir tidak sekedar mengejar keuntungan saja, akan tetapi memperhatikan para petani atau penghasil barang ekspor itu agar kehidupan mereka dapat lebih baik, demi terwujudnya Sumatera Utara yang bermartabat.

Sementara itu, Ali Jamil mengatakan, meskipun baru memasuki tahun ke II menembus pasar Tiongkok, SBW Sumut terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 volume ekspor mencapai 13,7 ton senilai Rp 360 miliar. Di tahun kedua, volume ekspor mencapai 20,9 ton atau meningkat 65 persen.

“Kami menargetkan di tahun 2019 dapat meningkat 100 persen, dengan penambahan 1 unit rumah walet dan rumah produksi yang telah diregistrasi oleh Tiongkok,” ujarnya.

Pemecahan kendi pelepasan atau ekspor sarang burung walet.

Khusus ekspor SBW langsung ke Tiongkok, saat ini Provinsi Sumut menduduki peringkat pertama dari 6 pintu pengeluaran berdasarkan data statistik Barantan di tahun 2018. Volume ekspor yang langsung ke Tiongkok melalui Bandara KNIA mencapai 20,86 ton, Bandara Soekarno Hatta mencapai 15,96 ton dan Bandara Djuanda Surabaya mencapai 14,87 ton, Semarang mencapai 14,79 ton dan Pontianak 18 kg.

Jamil juga menambahkan, selama ini pengusaha telah mendapat pelayanan karantina yang cepat dan menyeluruh selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari, dengan didukung telah dilaksanakan sitem management mutu ISO 9001:2015 tentang pelayan publik, ISO 17025:2017 tentang laboratorium dan ISO 37001:2016 tentang management anti penyuapan.

“Hal itu dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan dokumen karantina, sehingga kegiatan ekspor tidak terhambat,” pungkasnya.

Dirinya juga mengapresiasi kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan telah melakukan sinergi yang cukup baik dengan pemerintahan serta Angkasa Pura II, sehingga pelepasan SBW berjalan baik.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Hafni Zahara menyampaikan data komoditas pertanian yang dilepas kali ini yaitu sarang burung walet 1.010 kg senilai Rp 41,4 miliar, bubuk daun mengkudu 3 ton senilai Rp 420 juta, lilium 5.156 kg senilai Rp 7,7 miliar dan bunga potong dracaena sebanyak 393.000 batang senilai Rp 1,3 miliar.

Hafni menambahkan, komoditas unggulan ekspor Balai Karantina Medan untuk karantina adalah sarang burung walet di mana tahun 2018 ekspor sarang burung walet melalui Bandara KNIA mencapai 265.231 ton senilai tidak kurang dari RP 4,183 triliun. Sementara untuk karantina tumbuhan adalah bibit lilium sebanyak 13.895 kg, dengan nilai Rp 21,5 miliar. (idris)