Bams Situmeang Diringkus Sat Narkoba Taput saat Menunggu Pembeli

Tersangka diamankan bersama sejumlah barang bukti.

Taput, Lintangnews.com | Andri Panuturan Situmeang alias Bams (32) warga Jalan Balige, Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Taput, Sabtu (1/5/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Bams di ringkus petugas dari sebuah gubuk di Pargotagotaan Desa Situmeang Handutan, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Taput saat sedang menunggu pelanggan pembeli narkoba jenis sabu-sabu yang sebelumnya sudah janjian.

Tak seindah dibayangkan, bukannya pembeli yang datang, justru petugas Kepolisian untuk menyergapnya.

Kapolres Taput, AKBP Muhammad Saleh melalui Kasubbag Humas, Aiptu Walpon Baringbing membenarkan penangkapan itu, Senin (3/5/2021) di ruang kerjanya.

Aiptu Walpon menuturkan, saat tersangka ditangkap, petugas menemukan sabu yang sudah dipaket sebanyak 5 paket dari kantong celananya.

Dari keterangan tersangka saat diperiksa, mengakui sabu itu miliknya yang dibeli dari Kota Siantar untuk dikonsumsi dan sebagian diperjualbelikan.

“Tempat biasa bagi tersangka untuk transaksi jual beli selama ini gubuk itu. Karena tempatnya tersembunyi dan jauh dari pantauan. Orang-orang pun jarang melintasi hanya yang membeli sabu datang di siang hingga sore ke tempat itu,” sebut Aiptu Walpon.

Lanjutnya, petugas berhasil menangkap tersangka karena informasi yang diterima, sehingga dilakukan strategi penangkapan. Tersangka diketahui merupakan pemain lama menjual narkoba.

“Pada tahun 2017 lalu, tersangka sudah pernah kita tangkap dalam kasus yang sama dan menjalani hukuman 3 tahun penjara. Setelah keluar tahun 2020 kembali menggulangi perbuatan yang sama,” paparnya.

Dari tersangka berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 paket sabu dibungkus plastik klip bening dengan berat brutto 0,71 gram, 4 buah plastik klip berisi plastik klip kecil kosong, 1 unit timbangan elektrik, 1 buah dompet kecil warna cream, 1 buah dompet dengan motif warna hijau, biru dan merah muda dan 1 unit handphone (HP) merk Nokia warna hitam.

“Atas perbuatannya, tersangka dikenakan melanggal pasal 114 subsider pasal 112 UndangUndang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 15 tahun penjara,” ucap Aiptu Walpon mengakhiri. (Gihon)