Beberkan Prilaku Seksual Mantan Kepsek, Guru Honor Dilaporkan Disdik Simalungun ke Inspektorat

Ilustrasi.

Simalungun, Lintangnews.com | Kini oknum guru honorer, Torkis Tindaon tak bisa lagi mengajar di SD Negeri 094174 Pardomuan Nauli, Nagori Marubun Bayu, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

“Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik), Parsaulian Sinaga bilang, tak bisa lagi saya mengajar di situ,” ungkap Torkis tak jauh dari pintu masuk Komisi IV DPRD Simalungun saat ditemui usai makan siang, Senin (22/2/2021).

Torkis mengetahui tak bisa lagi mengajar karena mengungkap dan merekam pelecehan seksual dilakukan mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 094174 Pardomuan Nauli inisial AMZ terhadap muridnya, AN (11), saat bertemu dengan Parsaulian Sinaga, Kamis (18/2/2021).

“Dibilang pak Sekdis, alasannya karena masalah itu, otomatis masyarakat di situ tidak suka sama saya. Jadi saya bilang, justru masyarakat di situ mendukung saya. Kemudian, Sekdis bilang, guru-guru di situ tidak suka sama saya,” papar Torkis.

Lalu Torkis menyampaikan, guru-guru jelas tidak suka. Bahkan, Korwil (Koordinator Wilayah) Pendidikan Kecamatan Tanah Jawa, Berto Saragi juga disebut tidak suka.

“Dan tak mengundang saya rapat,” kata Torkis menirukan jawaban yang disampaikannya kepada Parsaulian Sinaga saat dipanggil.

Kemudian Torkis yang telah mengajar kurang lebih 9 tahun di SD Negeri 094174 itu terhitung sejak tahun 2011, juga dipanggil dan diperiksa Inspektorat Simalungun.

“Dipanggil saya, pelaku (AMZ), korban dan Korwil. Bertemu sama Oberlin Purba. Kemudian, saya jelaskan kronologinya. Setelah diinterogasi, Inspektorat bilang tidak ada hubungannya,” terang Torkis.

Dua minggu kemudian, Torkis memberitahukan hasilnya kepada Parsaulian Sinaga dan Kabid PTK, Bonggua Sinaga. Lalu kembali diperintahkan ke Inspektorat Simalungun.

“Pak Sekdis bilang, harus ada rekomendasi dari Komisi IV sama Inspektorat. Jadi, bolak-balik saya ke Inspektorat,” terang Torkis seraya menirukan penjelasan dari Parsaulian Sinaga.

Terpisah, Parsaulian Sinaga saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, itu sudah diproses di Inspektorat Simalungun.

“Hasil dari Inspektorat itu belum kami terima. Kemudian, disarankan pergi dulu ke Inspektorat dan minta hasil mengenai pak Torkis. Bukan rekomendasi Komisi IV. Salah tangkap dia itu. Kalau masyarakat dan orang tua sudah ada menyampaikan ke kita,” jelas Parsaulian.

Menurut Parsaulian, keterangan Torkis kepada pers dan dimuat di media, sebagai yang menemukan menyaksikan dan merekam terjadinya tindakan kekerasan tersebut.

“Di sini juga sudah kita panggil dia (Torkis). Dan betul dia yang menyaksikan secara melalui media rekaman. Kemudian, orang tua di sana sudah meminta,” kata Parsaulian tanpa merinci maksud dari yang diminta orang tua di sana.

Parsaulian menyampaikan, psikologi sekolah harus dijaga dan memastikan setiap bertemu dengan warga di warung (kedai) serta entah di mana, Torkis dipertanyakan terkait rekaman tersebut.

“Pasti begitu. Jadi, psikologis sekolah itu terganggu terus. Artinya, jumpa dia di kedai sama warga, ditanya kayak mananya rekaman itu. Coba saran saya, kalau bisa mintalah SD yang lain. Jangan di sekolah itu lagi,” ujar Parsaulian.

Dia menyebutkan, untuk AMZ yang telah dipindahkan ke kantor Korwil Pendidikan Tanah Jawa sebagai staf sudah dipanggil pihak Kepolisian.

“Justru menjaga itu, dicari lah SD yang membutuhkan. Dan warga di situ, sudah menolak Kepseknya. Kedua, kita sangat menyayangkan, kenapa dia tidak memberitahukan kepada rekan-rekan gurunya tentang kejadian di sekolah itu,” papar Parsaulian.

Disinggung mengenai pengakuan Torkis dilarang untuk mengajar di SD Negeri 094174 Pardomuan Nauli, Parsaulian mengatakan, karena efek psikologis yang tidak enak lagi di sana. “Seperti tadi, asal jumpa di kedai, ditanya dia,” kata Parsaulian.

Saat ditanya, siapa warga yang menyampaikan keberatan dan apakah secara lisan atau tulisan? Parsaulian mengaku secara lisan. “Artinya, baik Kepseknya dan guru yang merekam itu, mohon dievaluasi lah,” ucal Parsaulian.

Dia menambahkan, mendapatkan informasi saat melakukan perdamaian, ada unsur saling meminta bagian. “Kan begitu, kenapa ada unsur seperti itu. Informasinya kan kita ke sana, tetapi itu kan intern,” tandasnya. (Zai)