Berkunjung ke Kota Siantar, Gubsu Cerita Filosofi Mengenai Kecoa dan Dinosaurus

Gubsu, Edy Rahmayadi menyampaikan sambutannya saat kunker di Kota Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Letjen (Purn) Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Pematangsiantar.

Gubsu melakukan pertemuan dengan Wali Kota, Hefriansyah, Camat, Lurah, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK dan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di rumah dinas (Rumdis) Wali Kota, Jalan MH Sitorus, Rabu (3/7/2019).

Dalam rangkaian Kunker-nya tersebut, Edy Rahmayadi bercerita sedikit filosofi mengenai kecoa dan dinosaurus, yang sama-sama binatang purba. Namun sampai sekarang kecoa masih ada dan dinosaurus musnah.

“Saya kepingin menunjukkan perbandingan. Ada dinosaurus dan kecoa, sama-sama binatang purba. Kenapa kecoa ini masih hidup, dinosaurus musnah. Ada yang bisa jawab?” tutur Edy dihadapan para hadirin.

“Satu pemangsa, yang satu tidak. Apa bedanya, kalau dia memangsa, tak cukup mulutnya,” sambung Edy yang saat bercerita menunjuk ke gambar kecoa dan dinosaurus yang ditampilkan pada layar slide proyektor.

“Kecoa ini bisa menyesuaikan, tak melawan dia, karena manusia yang diciptakan oleh Tuhan adalah mahkluk yang sempurna. Kalau kalian tidak sempurna, berarti sama dengan kecoa kalian,” tutur mantan Pangkostrad itu.

“Kalau kalian ganas terhadap orang-orang lain, berarti kau sama dengan dinosaurus. Musnah kau nanti, sama seperti dinosaurus. Ini bedanya, kecoa bisa menyesuaikan, hingga dia hidup sampai sekarang,” sambungnya mengakhiri cerita mengenai kedua binatang tersebut.

Dalam pertemuan itu, Edy memotivasi para hadirin dengan mengatakan bahwa tidak perlu ada yang disombongkan dalam hidup, karena hidup manusia di dunia tidak lama. Edy menegaskan bahwa hanya budi selama hiduplah yang akan dibawa sampai mati.

“Apa yang kita sombongkan. Tak lama kita ini. Budi baik inilah yang kita bawa mati,” tutur Edy yang kemudian bertanya kepada tokoh agama, baik itu kepada tokoh Kristen maupun tokoh agama Islam yang hadir di acara tersebut.

“Apa pak pendeta yakin masuk surga? Pak ustad, yakin pak ustad masuk surga? Tak ada yang bisa memastikan kita masuk surga atau tidak. Tugas kita hanya berbuat baik, dan hanya orang baiklah yang bertempat di surga,” ujarnya. (red/LN)