Simalungun, Lintangnews.com | Realisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri 091363 Huta Tinggir, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun pada tahun 2018 diperiksa secara intensif. Atau secara sungguh dan terus menerus hingga memperoleh hasil optimal.
Hal itu disampaikan Gaberia Damanik selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 091363 Huta Tinggir, Kamis (26/9/2019).
“O…saya semalam di Kabupaten pemeriksaan dana BOS tahun 2018. Semalam disana, tadi pun disana. Ini baru sampai saya di simpang,” ungkapnya.
Menurutnya, apa yang dituntutkan para orang tua siswa hingga mendatanginya ke sekolah kemarin, bukan lah hanya karena kesalahannya semata.
“Belum datang baju olah raganya. Sudah saya telepon pengadaannya, katanya dalam minggu ini. Lagian, para orang tua murid belum semua membayar,” bilangnya.
Informasi dihimpun, puluhan orang tua murid SD Negeri 091363 Huta Tinggir ada mendatangi sekolah dalam rangka menuntut pihak sekolah. Pasalnya, uang untuk pembelian baju olah raga anak mereka, yakni sebesar Rp 100 ribu sudah dilunaskan. Namun pakaian tak juga dibagikan oleh pihak sekolah.
“Uang baju olah raga Rp 100 ribu sudah diserahkan. Tapi baju tidak kunjung diterima anak kami,” ucap salah seorang orang tua murid, UD Purba saat mendatangi sekolah itu, kemarin.
Selaku Koordinator Aksi puluhan orang tua murid yang mendatangi sekolah itu, UD Purba juga menuding Kepsek jarang masuk kerja.
Sementara guru lainnya, masih menurut UD Purba, saat para murid melaksanakan aktivitas belajar dalam ruang kelah, mereka (para guru) lebih banyak ngerumpi di luar.
“Kami sudah sering melihat guru-guru cerita di depan kelas dan murid dibiarkan belajar di ruangan kelas. Akibatnya para murdi disini masih ada yang belum tau baca,” tudingnya. (Zai)


