Bupati Samosir Jamin Petani Jagung Tidak Dibodohi Harga Pasar

Tanaman jagung dengan penerapan teknologi pertanian di Samosir.

Samosir, Lintangnews.com | Hingga saat inibelum ada perlakuan secara khusus yang diberikan Pemkab Samosir atas kerjasama penanaman jagung di lahan 200 hektar, dengan memanfaatkan  lahan tidur seluas 1.000 hektar antara masyarakat dengan pengusaha.

Namun, PemkabSamosir akan memberikan penguatan dan jaminan terhadap masyarakat dan pengusaha. Hanya saja, belum diketahui penguatan dan jaminan apa yang akan diberikan Pemkab Samosir. Ini terkait jaminan pasca panen, seluruh produksi dibeli pihak perusahaan dengan harga pasar.

“Kami akan memberikan penguatan dan jaminan agar masyarakat jangan dibodohi, apalagi dipermainkan,” ujar Bupati Samosir, Rapidin Simbolon via aplikasi WhatsApp (WA), Jumat (29/3/2019).

Rapidin mengakui, penerapan teknologi pertanian penanaman jagung di Kecamatan Pangururan dan Simanindo bukan milik Pemkab Samosir.

“Itu tidak milik Pemkab melainkan  kerjasama antara masyarakat dengan pengusaha pabrikan sebagai pengolah produksi,” kata suami dari Sorta Ertati Siahaan ini.

Meskipun belum ada perlakuan khusus dari Pemkab Samosir, Rapidin mengapresiasi  mekanisasi pertanian (penerapan teknologi pertanian)  mulai dari penanaman hingga panen.

“Sekarang sudah di umur 45 hari untuk 200 hektar pertama, dengan pemanfaatan lahan tidur untuk seluas 1.000 hektar,” sebut Rapidin.

Diketahui 1.000 hektar pemanfaatan lahan tidur itu tersebar di Desa Parbaba Dolok,  Dosroha, Parhorasan,  Sihusapi,  Hutabolon dan Pardomuan Nauli. Ini berada di Kecamatan Pangururan dan Simanindo.

“Harapan kita bersama dengan penerapan teknologi pertanian penanaman jagung di Kecamatan Pangururan dan Simanindo bisa menjadikan daerah ini surplus jagung,” ujar Rapidin. (hn)