Taput, Lintangnews.com | Menindak lanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) tanggal 30 Maret 2021 dan ijin dari Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat telah memperbolehkan pempelajaran tatap muka yang diawali, Selasa (6/4/2021).
Untuk melihat langsung situasi dan kondisi belajar tatap muka perdana ini, Bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan ke SD Negeri 173389 Dolok Saribu dan SMP Negeri1 Pagaran. Tujuannya melihat kesiapan para guru untuk melakukan pempelajaran tatap muka.
Dalam kunjungan ke 2 sekolah yang kebetulan saling berdekatan, Bupati memberikan semangat kepada para pendidik dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Termasuk selalu mengutamakan protokol kesehatan (prokes) yang tepat sesuai anjuran dan Standard Operational Procedural (SOP).
Nikson juga menghimbau kepada tim kesehatan, agar memberikan pelatihan terhadap guru dan penjaga sekolah tentang bagaimana mempergunakan alat prokes yang telah disiapkan pihak sekolah atau dinas terkait.
“Nantinya mereka sudah menjadi garda terdepan untuk mengambil alih tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang sementara ini kita tugaskan melakukan pengawasan prokes, sehingga tidak mengganggu tugas utamanya. Ini agar terjadi sinergi yang baik dan peningkatan ilmu biar pun itu tidak bidangnya,” ungkap Bupati.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bontor Hutasoit menjelaskan, saat ini ada 61 sekolah tingkat SMP, 324 SD dan 226 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sudah diperbolehkan melakukan tatap muka. “Ii semua terletak di zona hijau atau zona aman,” paparnya.
Sementara sekokah yang berlokasi di Kelurahan masih tetap diberlakukan sistim luring. Tercuali ada sekolah masuk wilayah Kelurahan tetapi lokasinya jauh dari perkotaan sebagian sudah diijinkan pembelajaran tatap muka dan masuk kategori zona aman atau zona hijau.
“Sebaliknya tak semua sekolah di Desa kita perbolehkan pembelajaran tatap muka dengan alasan jumlah penduduk yang banyak. Karena riskan dan beresiko tinggi jika kita ijinkan belajar tatap muka,” kata Bontor.
Di beberapa Kecamatan sudah ada100 persen sudah bisa pembelajaran tatap muka, seperti Kecamatan Parmonangan, Garoga dan masih ada Kecamatan lain yang tak disebutkan Bontor.
Salah seorang siswa mengaku, senang dengan diberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah. “Kami sudah sangat jenuh di rumah hampir 1 tahun ini dan lebih enaknya lagi diberikan penjelasan oleh guru ketika ada pelajaran yang tidak dimengerti,” jawabnya dengan logat Bahasa Batak yang kental. (Gihon)
