Caleg PDI Perjuangan Dukung Kapolres Samosir Tangkap Penyebar Politik Uang

Caleg PDI Perjuangan, Filipus Pandiangan.

Samosir, Lintangnews.com | Calon Legislatif (Caleg) nomor urut 2 dari Partai PDI Perjuangan, Filipus Pandiangan mendukung langkah Kapolres Samosir untuk menangkap Caleg yang mencoba melakukan politik  uang (serangan fajar) guna memilihnya.

“Supaya tidak hanya sebatas  imbauan saja, Kapolres Samosir sudah bisa menyebar intelijen ke setiap sudut desa, untuk menekan peredaran politik uang,” kata Filipus Pandiangan ketika diwawancarai awak media, Rabu (10/4/2019) di Palito Cafe.

Filipus yang baru terjun ke dunia politik dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Pangururan dan Ronggur Nihuta mengaku, tidak akan melakukan politik uang bagi masyarakat untuk memilihnya.

Dikatakan, bila politik uang ini tetap berlangsung setiap pesta demokrasi maka akan terpilih pemimpin yang tidak berkualitas dan akan menciderai demokrasi.

Dia meyakini tanpa memberikan imbalan kepada masyarakat, masyarakat akan tetap datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS ) untuk menggunakan hak suaranya. “Tidak ikut-ikutan memberikan imbalan kepada masyarakat untuk mencoblos saya, itu tegas,” jelas Filipus.

Dia juga mengapresiasi kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kecamatan Ronggur Nihuta yang mengawasi tahapan demi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak. Namun, dia berpesan bila Bawaslu enggan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Caleg penyebar politik uang cukup dilakukan pengawasan yang ketat.

“Melakukan pengawasan yang ketat terhadap Caleg diduga menyebar politik uang, merupakan pekerjaan yang bagus,” ucap Filipus.

Putra daerah Kecamatan Ronggur Nihuta ini mengklaim memperoleh 1.300 suara sah dan bisa mengimbangi perolehan suara 2 orang Caleg satu partainya yakni Arnold Hujogo Sitanggang nomor urut 1 dan Renaldi Naibaho.

Pengklaiman itu bukan tanpa dasar bila bisa mencapai 30 persen suara dari 6 Desa di Kecamatan Ronggur Nihuta dan 5 suara setiap TPS dari Kecamatan Pangururan.

“Januari lalu saya mendapat sumbangan dari masyarakat Desa Lintong Nihuta sebesar Rp 4,5 juta ketika melakukan acara pemberangkatan Caleg (borhat-borhat ), lalu menggelar natal marga Pandiangan se Kabupaten Samosir, mereka tetap berkomitmen untuk memilih saya,” bebernya.

Ada pun motivasi Filipus terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan para petani supaya bisa hidup sejahtera, serta mengawasi pembagian alat pertanian yang tidak tepat sasaran. (don)