Dampak Penutupan Jalan Inti Kota, Kapolres Siantar Bakal Dipropamkan

Stand yang berdiri di sekitaran Lapangan Adam Malik.

Siantar, Lintangnews.com | Kegiatan Millennial Safety Road Festival yang dilaksanakan Polres Siantar mulai tanggal 25 Februari-3 Maret 2019 menuai kritikan.

Pasalnya, terjadi penutupan jalan di inti kota, tepatnya di sekitar Lapangan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, tempat berlangsungnya kegiatan dimaksud. Penutupan Jalan Adam Malik dan Jalan Perintis Kemerdekaan dilakukan untuk pendirian stand-stand, sehingga diduga kegiatan itu berbau komersil.

“Namun penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas itu diduga sudah melanggar Undang-Undang (UU) Lalu Lintas. Kita akan adukan Kapolres Siantar ke Propam Mabes Polri dan Propam Poldasu, termasuk Event Organizer (EO) yang melaksanakan pendirian stand dan tenda di badan jalan yang masuk pada Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL),” sebut Ketua DPD LSM PMPRI Siantar-Simalungun, Mara Salem Harahap, Minggu (24/2/2019).

Menurut Mara Salem, kegiatan Millennial Safety Road Festival seharusnya fokus untuk tertib berlalu lintas di Kota Siantar. Namun faktanya, justru terjadi kesembrawutan lalu lintas.

Ini belum lagi adanya dugaan penjualan tenda dan stand untuk memperkaya diri sendiri, dengan ‘memanfaatkan’ kegiatan Millennial Safety Road Festival dimaksud.

“Kelompok ataupun golongan pada acara serentak di institusi Kepolisian diduga sudah menyalahi aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Kita  sudah kumpulkan bukti bukti pendukung,” tukas Mara Salem.

Sebelumnya, Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dan rapat bersama stakeholder untuk menggunakan jalan di seputaran Lapangan Adam Malik.

“Sesuai surat dari Mabes Polri, kita mengadakan Enterprenaur Expo untuk merangkul rekan-rekan dari swasta supaya tertarik dalam puncak Mlilennial Safety Road Festival,” kata AKBP Heribertus di depan ruang Kasat Lantas Polres Siantar, Sabtu (23/2/2019). (red)