Dapat Sabu dari Tanjungbalai, Edi Diringkus BNNK Siantar saat Bertransaksi

Kompol Pierson Ketaren memberikan keterangan pada wartawan dan pelaku yang membelakangi.

Siantar, Lintangnews.com | Seorang pria pengedar sabu, warga Jalan Antara Gang Keluarga II, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari berhasil diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNNK) Siantar.

Diketahui pelaku DTM Edi Sarwo (52) warga Jalan Antara itu diringkus petugas BNNK dari Jalan Sisingamangaraja tepatnya di Simpang Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kamis (11/4/2019) sekira pukul 17.30 WIB.

Kepala Seksi  Pemberantasan, Kompol Pierson Ketaren mengatakan, Edi Sarwo berdasarkan laporan informasi masyarakat yang resah masuk ke kantor BNNK Siantar.

“Petugas mendapat informasi lantaran Edi Sarwo kerap mengedarkan sabu di seputaran Jalan Sisingamangaraja,” kata Kompol Pierson, Senin (15/4/2019).

Menindak lanjuti informasi itu, petugas pun langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dimaksud. Setibanya di lokasi petugas pun langsung melakukan penangkapan.

Penggeledahan yang dilakukan petugas, dari tangan Edi Sarwo ditemukan barang bukti berupa 1 unit handphone (HP) Nokia dan dari tangan kirinya ada 2 paket sabu yang dibuang saat hendak melarikan diri.

Barang bukti yang diamankan petugas.

Tak hanya itu, dihadapan petugas BNNK Siantar  Edi mengakui masih menyimpan sabu di rumahnya.

Kemudian petugas langsung memboyong Edi menuju kediamannya di Jalan Antara Gang Keluarga II. Petugas menemukan barang bukti berupa, 2 paket sabu berukuran sedang, 3 paket sabu berukuran kecil, 1 pipet dan 1 dompet berwarna biru.

“Jadi total seluruh barang bukti yang diamankan seberat 84 gram bruto,” ucap Kompol Pierson

Dia menuturkan, jika Edi membeli sabu sebanyak 1 ons sekali 3 bulan dari seorang pria bernama Dra berdomisili di Kota Tanjungbalai. Edi dan Dra bertransaksi di Kabupaten Asahan, tepatnya di daerah Kisaran sekali 3 bulan.

Edi dipersangkakan pasal 114 ayat (2) Subs pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam minimal 5 tahun kurungan penjara. (irfan)