Debt Collector Resahkan Pengunjung Di Alun -Alun Kota Kisaran

Salah seorang debt collector sedang memeriksa kendaraan yang terparkir di parkiran Alun-Alun Kota Kisaran. 

Asahan, Lintangnews.com | Ulah debt collector atau juru tagih yang menarik paksa kendaraan ditengah jalan dikeluhkan banyak pengunjung di Alun-Alun Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

Kehadiran debt collector yang selalu datang ke areal parkiran Alun-Alun Kota Kisaran membuat resah banyak pengunjung.

Lokasi Alun-Alun Kota Kisaran merupakan salah satu tempat wisata di Kisaran begitu nyaman buat dikunjungi para pengunjung. Namun seiring waktu berjalan, ditambahkan kehadiran oknum-oknum debt collector membuat lokasi wisata tersebut kurang kenyamanan.

Hermawan  (28) , warga Kecamatan Air Joman mengatakan, datang kemari mau bersantai, untuk menikmati keindahan Alun-Alun Kota Kisaran.

“Sesampainya kita di parkiran langsung dikejutkan kehadiran para debt collector yang berada yang senantiasa terus memantau setiap kendaraan yang diparkirkan,” ungkapnya, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, hal ini pasti membuat banyak pengunjung ketakutan untuk datang ke Alun-Alun Kota Kisaran. Sebab mereka merasa tidak nyaman karena kehadiran debt collector.

Pengunjung lainnya, Aisyah warga Siumbut Baru berharap, agar kondisi itu jangan lah terus menerus seperti saat ini.

“Kita hargai juga pekerjaan mereka (debt collector), tetapi tidak seperti ini. Sebab terkadang kelakuan debt collector melebihi batas, menarik secara paksa kendaraan konsumen. Seharusnya bisa baik-baik, bukan dengan cara arogansi,” sebut Aisyah.

Sementara itu, pengunjung bernama Desi meminta kepada pihak perusahaan leasing yang memperkerjakan debt collector untuk lebih memperhatikan kinerjanya dan jangan melakukan tugasnya sesuka hatinya.

“Saya juga minta kepada pihak keamanan Alun-Alun Kota Kisaran untuk memberikan pengamanan buat pengunjung agar mendapatkan kenyamanan saat bersantai,” sebut Desi.

Dirinya juga bermohon kepada pihak Kepolisian untuk memantau dan memberikan pengamanan buat pengunjung di lokasi Alun-Alun Kota Kisaran. Ini agar semua terhindar dari ulah debt collector yang selama ini telah meresahkan pengunjung.

Salah seorang petugas parkir berinisial As menuturkan, hal itu sudah berlangsung lama. Hanya saja mereka tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, para debt collector memberikan upah kepada mereka jika ada kendaraan yang diparkir dan disita.

“Satu unit kendaraan yang disita diberikan sebesar Rp 50.000. Terkadang kasihan juga melihat pengunjung yang kendaraannya disita, tapi mau bagaimana lagi kita pura-pura gak tau sajalah,” ungkapnya. (handoko)