Delapan Hari Kabur, 1 Orang Napi Lapas Narkotika Siantar Menyerahkan Diri

42
Kalapas Narkotika Siantar, EP Manik (tengah).

Simalungun, Lintangnews.com | Satu dari 2 orang narapidana (napi) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Pematang Siantar di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun menyerahkan diri setelah sebelumnya, Minggu (24/11/2019) sempat kabur.

“Iya benar bang. 1 orang atas nama Darwis pada pukul 15.00 WIB (30/11/2019). Kediaman keluarganya didatangi tim di Jalan Budi Luhur Gang Aneka Kelurahan Dwikora Medan Helvetia,” ucap Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas), EP Manik.

Menurut Kalapas, Senin (2/12/2019), selanjutnya tim mengadakan dialog secara kekeluargaan. Kemudian pihak keluarga sepakat menyerahkan napi itu, Sabtu (30/11/2019) sekira pukul 16.00 WIB di bawa ke Raya.

“Setelah diadakan dialog secara kekeluargaan, dapat lah kesepakatan pihak keluarga menyerahkan napi tersebut. Selanjutnya Sabtu (30/11/2019) sekira pukul 16.00 WIB dibawa dari Medan ke Raya,” imbuhnya.

Pihaknya telah dibantu Polres Salungun dalam melakukan pengawalan dari Medan menuju Lapas Narkotika Siantar di Kecamatan Raya.

Diketahui Darwis kabur bersama Rona Lukmi (23) warga binaan Lapas tersebut. Dan berdasarkan hasil CCTV Lapas, keduanya kabur memanjat tiang menara air yang berdekatan tembok Blok Suharjo.

Darwis merupakan warga binaan kiriman dari rumah tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Kota Medan. Sementara Rona Lukmi merupakan warga binaan kiriman Rutan Pancur Batu, Deli Serdang.

Kedua napi kiriman dari Rutan Tanjung Gusta Medan dan Rutan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang ini divonis hukuman selama 5 tahun penjara atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada tahun 2018.

Sebelumnya pimpinan Lapas Narkotika Siantar tersebut memastikan akan memberikan sanksi kepada sipir jaga di lembaga itu yang dinilai lalai. Langkah itu diambil menyusul kaburnya 2 orang napi.

“Petugas jaga setiap regu berjumlah 8 orang. Untuk sanksi kepada regu yang berjaga pada saat kejadian, telah dilaksanakan pemeriksaan oleh tim kantor wil Kemenkumham Sumut tanggal 27 November 2019 mulai dari pukul 10 pagi s/d 01.00 WIB. Untuk hasilnya kita menunggu sanksi apa yang akan dikenakan,” tulis WhatsApp (WA) Kalapas, Kamis (26/11/2019).

Menurut Kalapas, tentang over kapasitas, normalnya Lapas Narkotika Siantar dihuni 420 orang sesuai SDP (Sistem Data Base Pemasyarakatan). Namun per tanggal 28 November 2019 dihuni sebanyak 770 orang. Jika dipresentasekan, Lapas Narkotika Siantar over croded antara 20-30 persen. (Zai)