Delapan Orang Penyelenggara Pemilu di Asahan Jatuh Sakit 

Ketua KPUD Asahan, Hidayat menjenguk salah satu Ketua PPS yang dirawat di RSU HAMS Kisaran. 

Asahan, Lintangnews.com | Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kecamatan seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Asahan tercatat 8 orang sakit diakibatkan kecapean melaksanakan tugas.

Ada pun mereka yang sakit yakni, Dian Marwah bertugas sebagai PPK di Kecamatan Kisaran Barat, Norma anggota PPS Kecamatan Teluk Dalam, Mukhlis, Syarifah dan Armaini anggota PPK Kecamatan Tanjungbalai, Edi Santoso PPS Kecamatan Buntu Pane, Suryanto anggota KPPS TPS 1 Desa Aek Ledong, Kecamatan Aek Ledong dan 1 orang lagi anggota KPPS TPS 13 Desa Silo Lama, Kecamatan Silau Laut.

“Mereka adanya yang dirawat di RSU Haji Abdul Manan Simatungpang (HAMS) Kisaran dan sebagian lagi di Pukesmas setempat seperti hasil yang saya jenguk,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Asahan, Hidayat, Kamis (25/4/2019).

Hidayat menjelaskan, penyelenggara yang sakit akibat kelelahan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. “Kita ucapakan terima kasih pada penyelenggara yang sudah bekerja dengan baik,” ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada penyelenggra Pemilu di Kecamatan, Kelurahan dan Desa agar bekerja sesuai dengan waktu, tetapi yang harus diutamakan kesehatan.

“Alhamdulillah anggota kita di Kecamatan satu persatu sudah pulih dan bisa bekerja kembali. Namun yang terlebih penting harus mengutamakan kesehatan,” tuturnya.

Disinggung mengenai biaya santunan, Hidayat belum bisa memberikan jawaban, karena KPU RI sedang melakukan pengusulan dan saat ini masih dalam proses.

“Biaya santunan masih dalam proses di pusat,” ujarnya sembari mengatakan, penyelenggara Pemilu di bawah naungan KPUD Asahan rata-rata semua memakai kartu BPJS Kesehatan. (heru)