Batubara, Lintangnews.com | Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Batubara melakukan pelatihan Imam dan Khatib bertempat di aula Pantai Alam Datuk, Rabu (18/12/2019) diikuti 100 orang peserta dari 12 Kecamatan.
Amir Mukti tampil sebagai nara sumber menjelaskan tentang adab menjadi Imam dan Khatib Masjid. Baik di dalam masjid atau keseharian di luar masjid.
Ketua DMI Batubara, Sulaiman Muhammad dalam sambutannya berharap kepada peserta, agar nantinya bisa menunaikan tugasnya dengan benar mengenai rukun dan syaratnya tentang Sholat.
“Termasuk menjadi Imam dan Khatib yang menyejukkan keadaan jamaah di masjid masing-masing. Juga ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban di Desa, serta menangkis masuknya faham radikal,” paparnya.
Untuk program tahun 2020 ini, Sulaiman menuturkan, akan memacu kepada pengurus DMI tingkat Kecamatan agar dapat menyusun kepengurusan DMI tingkat Desa. Ini termasuk melaksanakan program sampai ke tingkat Desa.
Adapun program itu di antaranya, mendorong kegiatan majlis ilmu di setiap Masjid, membuat program sosial umat, ekonomi umat, mengajak semua jamaah Masjid baik laki-laki, perempuan dan remaja mengaktifkan Subuh Berjamaah.
“Ini mengoptimalkan fungsi Masjid buka dan mengadakan kegiatan selama 24 jam. Memang mungkin itu berat, tetapi akan kita upayakan sebisa mungkin, apalagi hal ini sudah mendapat dukungan dari Bupati Batubara,” ungkap Sulaiman.
Kabag Kesra, Adnan Haris mewakili Bupati Batubara, Zahir dalam sambutannya mengajak semua warga dan kelompok jamaah Masjid agar bisa mendukung program yang sudah dibuat, baik membangun jasmani dan rohani di daerah itu.
Aipda Yudi mewakili Kapolres Batubara mengajak para Imam, Khatib dan jamaah Masjid agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Indonesia. Pihaknya berharap, kegiatan ini bukan hanya acara seremonial saja.
“Tetapi Masjid menjadi jantungnya majlis ilmu dan kenyamanan di kampung kita. Kita juga menghimbau agar mendekati Tahun Baru ini, Masjid bisa menjadi tempat untuk berzikir bersama. Ini agar di tahun 2020 mendapat rahmat dan hidayah dari pada berpoya-poya berbuat maksiat di malam Tahun Baru 2020 yang bisa mendatangkan malapetaka kepada kita semua,” sebutnya. (Wellas)


